Kota Magelang menghadapi persoalan mobilitas akibat tingginya ketergantungan pada kendaraan pribadi dan menurunnya okupansi Angkot, dengan tumpang tindih rute mencapai 40% dan kawasan peri-urban belum terlayani radius 400 meter, mengindikasikan spatial mismatch antara rute eksisting dan pertumbuhan kota. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi pusat bangkitan perjalanan, merancang k…