Text
SKRIPSI PENGARUH SPESIALISASI DAN KOMUNKASI TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI DI KANTOR DINAS KESEHATAN KABUPATEN PURWOREJO
Dalam suatu organisasi baik swasta maupun pemerintah, manusia atau pegawainya merupakan faktor terpenting yang perlu mendapatkan perhatian. Oleh karena itu agar tujuan organisasi dapat dicapai maka perlu ditumbuhkan adanya semangat kerja bagi para pegawainya, yaitu suatu kesechtaan bagi mereka untuk bekerja sesuai dengan ketentuan yang ada.
Penumbuhan semangat kerja di suatu organisasi, dalam hal ini pada kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya spesialisasi kerja dan komunikasi.
Spesialisasi merupakan suatu perincian serta pengelompokan aktivitas yang senantiasa atau erat hubungannya satu sama lain untuk dilakukan oleh suatu organisasi. Dengan demikian, apabila di suatu organisasi terdapat adanya spesialisasi yang jelas yang harus dilakukan oleh para pegawai maka hal tersebut sedikit banyak akan mempengaruhi pegawai yang pada akhirnya menumbuhkan semangat kerja.
Begitu pula halnya dengan komunikasi, karena tanpa adanya komunikasi di antara mereka baik atasan dengan bawahan maupun dengan pihak luar maka akan berpengaruh negatif terhadap semangat kerja. Untuk itu komunikasi sangat diperlukan untuk menumbuhkan semangat kerja pegawai.Hipotesis yang diajukan adalah sebagai berikut:
Hipotesis Minor:
1.Ada pengaruh antara spesialisasi terhadap semangat kerja pegawai.
2.Ada pengaruh antara komunikasi terhadap semangat kerja pegawai.
Metode Penelitian:
Jenis penelitian : Deskriptif
Alat pengumpulan data: Observasi dan kuesioner
Populasi sampel : Pegawai Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo
Sumber data : Data primer dan sekunder
Analisis data : Menggunakan rumus korelasi tata jenjang
Hasil Analisis Statistik:
1.Dari perhitungan korelasi tata jenjang, spesialisasi tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai. Hal ini terbukti setelah hasil rho X1Y dikonsultasikan dengan harga kritik rho Spearman pada interval kepercayaan 95%, yang menunjukkan 0,31 < 0,364.
2.Dari perhitungan korelasi tata jenjang, komunikasi tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap semangat kerja pegawai. Hal ini terbukti setelah hasil rho XY dikonsultasikan dengan harga kritik rho Spearman pada interval kepercayaan 95%, yang menunjukkan 0,02 < 0,364.
Kesimpulan:
Dari hasil pengujian hipotesis, dapat disimpulkan bahwa spesialisasi dan komunikasi tidak mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap semangat kerja pegawai. Dengan demikian, hipotesis dalam penelitian ini tidak dapat diterima.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain