Text
SKRIPSI KORESPONDENSI BUNYI BAHASA MINANGKABAU DAN BAHASA INDONESIA
Penelitian yang berjudul Korespondensi Bunyi Bahasa Minangkabau dan Bahasa Indonesia. Masalah yang dihadapi dalam penelitian ini adalah tentang korespondensi bunyi antara dialek bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia dengan variasi-variannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan korespondensi bunyi antara bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia, berikut variasi-variasi antara bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia.
Guna pemecahan masalah dan pencapaian tujuan itu diperlukan data kebahasaan yang berupa bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia. Data kebahasaan ini diperoleh dengan menggunakan metode simak. Metode simak digunakan untuk menyimak pemakaian bahasa dan peneliti berpartisipasi dalam pembicaraan sambil menyimak penggunaan bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia. Metode simak dilakukan dengan teknik dasar teknik sadap dan teknik catat. Dalam penyadapan, peneliti menyadap pembicaraan masyarakat yang berlatar belakang etnis Minangkabau sambil melakukan pencatatan kata-kata yang berkorespondensi antara bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia. Dalam penelitian ini, peneliti juga menggunakan metode baca kepustakaan berupa sumber tertulis yang berhubungan dengan bahasa Minangkabau atau dengan bahasa Indonesia.
Setelah data tersedia, data dianalisis dengan menggunakan metode deskriptif komparatif yang berkaitan dengan fonologi bahasa Minangkabau. Teknik dasar yang digunakan adalah teknik pilah unsur penentu. Teknik lanjutan yang digunakan oleh peneliti adalah teknik hubung banding. Teknik ini berfungsi untuk membandingkan kedua bahasa yang diteliti, yaitu bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia. Sebagai tolok ukur perbandingan, digunakan bahasa Indonesia. Teknik ini diterapkan untuk menganalisis perbedaan dan persamaan bunyi-bunyi bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa korespondensi bunyi antara bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia meliputi:
(1)Fonem /a/ dalam bahasa Indonesia berkorespondensi dengan:
(2)Fonem /a/ dalam bahasa Minangkabau;
(3)Fonem /o/, fonem /e/ jika akhir berkorespondensi dengan fonem /a/ dalam bahasa Minangkabau.
(3) Fonem /ia/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /il/. Contoh: adil → adil.
(4) Fonem /i/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /ir/. Contoh: air → air.
(5) Fonem /iah/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /ih/. Contoh: putiah → putih.
(6) Fonem /aŋ/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /iŋ/. Contoh: daging → daging.
(7) Fonem /u/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /ur/. Contoh: abu → abur.
(8) Fonem /u/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /ih/. Contoh: kayu → kayih.
(9) Fonem /ah/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /ih/. Contoh: jarah → jarah.
(10) Fonem /uh/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /ih/. Contoh: tabuh → tabih.
(11) Fonem /is/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /ih/. Contoh: manis → manih.
(12) Fonem /ar/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /o/. Contoh: bantar → banto.
(13) Fonem /ak/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /a/. Contoh: akar → aka.
(14) Fonem /an/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /o/. Contoh:
manan → mano.
(15) Fonem /ah/ di posisi akhir berkorespondensi dengan fonem /o/. Contoh: salah → salo.
Di samping itu antara bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia juga ditemukan variasi-variasi bunyi. Contoh: karano bervariasi dengan karena ada korespondensi bunyi bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia, terutama disebabkan oleh hubungan kekerabatan.
Hasil rumusan masalah korespondensi ini dapat digunakan untuk analisis kesalahan berbahasa siswa pembelajaran bahasa Indonesia yang berkontak dengan bahasa daerah, bahasa Minangkabau.
Hasil penelitian berupa korespondensi bahasa Minangkabau dan bahasa Indonesia diharapkan dapat menjadi pedoman bagi guru dalam pengajaran bahasa Indonesia terhadap siswa yang berlatar belakang etnis Minangkabau. Agar tidak terjadi kesalahan dalam mempelajari bahasa Indonesia. Disarankan kepada guru untuk memberi pelatihan terus menerus kepada siswa tentang penggunaan bahasa Indonesia yang baku.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain