Text
SKRIPSI PENGARUH KEPEMIMPINAN DAN KOMUNIKASI TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI KANTOR DINAS KETENTRAMAN,KETERTIBAN, DAN PERLINDUNGAN MASYARAKAT DI KABUPATEN TEMANGGUNG
Seperti diketahui, masalah semangat kerja adalah penting sekali bagi keberlangsungan sebuah organisasi yang memiliki banyak pegawai dengan tugas pokok dan fungsinya yang sangat dibutuhkan oleh bukan saja para pegawainya, akan tetapi oleh warga masyarakat. Oleh karena itu untuk lebih meningkatkan pencapaian tujuan yang tercakup dalam tugas dan fungsi organisasi, maka tidak berlebihan jika sebuah organisasi itu selalu berusaha meningkatkan produktivitasnya.
Sedang adanya peningkatan produktivitas ini dapat dilihat dari adanya kinerja dan semangat kerja pegawai yang baik. Semangat kerja yang tinggi sebenarnya dapat ditumbuhkan oleh orang lain dalam hal ini adalah pimpinan. Yaitu bagaimana pimpinan tersebut dapat memotivasi pegawai sehingga dapat bekerja dengan lebih baik dan menjalin hubungan atau aktivitas berkomunikasi dengan bawahannya.
Dalam kaitan inilah skripsi ini berusaha mengungkap permasalahan yang ada, yaitu apakah ada pengaruh antara variabel kepemimpinan dan komunikasi terhadap semangat kerja pegawai, dengan pengajuan hipotesa sebagai berikut:
1. Hipotesa Mayor
Ada pengaruh yang positif antara variabel kepemimpinan dan komunikasi terhadap semangat kerja pegawai.
2. Hipotesa Minor
Ada pengaruh positif antara kepemimpinan terhadap semangat kerja pegawai.
Ada pengaruh positif anjara komunikasi terhadap semangat kerja pegawai.
Mengenai lokasi penelitian, disini penulis lakukan di Kantor Dinas Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Temanggung.
Dalam penelitian ini diambil sampel sebanyak 30 responden, pengumpulan datanya diperoleh dengan menggunakan teknik observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Sumber datanya berasal dari sumber data primer dan didukung sumber data sekunder. Sedang analisa datanya digunakan analisa data kuantitatif dan analisa data kualitatif. Adapun untuk menguji hipotesa digunakan teknik korelasi product moment, korelasi partial, korelasi ganda/majemuk dan koefisien determinasi, hasil analisanya adalah:
1. Hipotesa yang menyatakan ada hubungan antara variabel kepemimpinan dengan variabel semangat kerja pegawai dapat diterima. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbandingan antara rho x₁y lebih besar daripada rho tabel (0.614 0.514). Dengan demikian pada taraf kepercayaan 1% antara kepemimpinan (x1) dengan semangat kerja pegawai (y) terdapat hubungan yang sangat signifikan.
2. Hipotesa yang menyatakan ada hubungan antara variabel komunikasi dengan variabel semangat kerja pegawai dapat diterima. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbandingan antara rho xzy lebih besar daripada rho tabel (0.665 0.514). Dengan demikian pada taraf kepercayaan 1% antara komunikasi (x2) dengan semangat kerja pegawai (y) terdapat hubungan yang signifikan.
3. Hubungan antara x1 (kepemimpinan) dengan Y (semangat kerja pegawai) dikontrol variabel x2 (komunikasi) adalah palsu atau tidak murni. Hal ini dibuktikan dengan perbandingan antara F-test yang lebih kecil daripada F- tabel 5% atau (0,467) < (3,32).
4. Hubungan antara x2 (komunikasi) dengan Y (semangat kerja pegawai) dikontrol variabel x1 (kepemimpinan) adalah murni. Hal ini dibuktikan dengan perbandingan antara F-test lebih besar daripada F-tabel pada taraf signifikasi atau 5% (3,68 > 3,32).
5. Prosentase pengaruh x, (kepemimpinan) dan x2 (komunikasi) terhadap Y (semangat kerja pegawai) adalah 23%. Hal ini berarti bahwa 77% lainnya adalah merupakan faktor pengaruh semangat kerja pegawai di luar penelitian ini.
Dari hasil pengujian hipotesa di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kepemimpinan dan komunikasi terhadap semangat kerja pegawai Dinas Ketentraman, Ketertiban dan Perlindungan Masyarakat Kabupaten Temanggung mempunyai arah yang positif.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain