0,364). Dengan demikian pada taraf kepercayaan 95% antara motivasi (X) dengan produktivitas kerja pegawai (Y) terdapat hubungan yang signifikan.Atas dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengajuan hipotesa yang berbunyi : - Ada pengaruh yang signifikan dari variabel kemampuan kerja terhadap produktivitas kerja. - Ada pengaruh yang signifikan dari variabel motivasi terhadap produktivitas kerja pegawai. Dari hasil pengujian hipotesa di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kemampuan kerja dan motiasi dengan produktivitas kerja pegawai Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang mempunyai arah yang positif." />
Text
SKRIPSI PENGARUH KEMAMPUAN KERJA DAN MOTIVASI TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI KECAMATAN NGABLAK KABUPATEN MAGELANG
Faktor kunci yang mempengaruhi tinggi rendahnya produktivitas adalah motivasi perilaku individu atau sikap orang-orang yang bekerja sama. Yang sangat jelas ialah bahwa sikap "setengah hati" dari tenaga kerja merupakan hambatan yang paling sering terhadap peningkatan produktivitas. Demikian juga dengan kemampuan kerja pegawai itu sendiri. Seorang pegawai akan merasa cakap dan cekatan melaksanakan tugas pekerjaannya apabila dirinya merasa tahu dan memang mampu melaksanakannya. Lain halnya bila seorang pegawai itu tidak mengetahui persoalan atau kemampuan keahliannya sangat rendah maka keadaan seperti itu akan menghambat penyelesaian tugas pekerjaannya. Dalam kaitan inilah skripsi ini mencoba mengungkapkan perasalahan yang dikemukakan yaitu apakah ada pengaruh atau hubungan antar variabel kemampuan kerja dan motivasi mengungkapkan permasalahan yang dikemukakan yaitu apakah ada pengaruh atau hubungan antara variabel kemampuan kerja dan motivasi terhadap produktivitas kerja pegawai Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang, dengan pengajuan hipotesa sebagai berikut:
I. Hipotesa Mayor
Ada pengaruh yang signifikan antara kemampuan kerja dan motivasi terhadap produktivitas kerja pegawai Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang.
2. Hipotesa Minor
- Ada pengaruh yang signifikan dari variabel kemampuan kerja terhadap variabel produktivitas kerja pegawai.
- Ada pengaruh yang signifikan dari variabel motivasi terhadap variabel produktivitas kerja pegawai.
Dalam penelitian ini sebagai obyek penelitiannya adalah para pegawai Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang. Sebagai sampelnya diambil sebanyak 30 responden, pengumpulan datanya diperoleh dengan menggunakan teknik
observasi, wawancara, kuesioner dan dokumentasi. Sumber datanya berasal dari sumber data primer clan didukung sumber data sekunder. Sedang analisa data kualitatif. Adapun untuk menguji hipotesa digunakan teknik korelasi statistik tata jenjang (korelasi Spearman Rho), hasil analisanya adalah :
I. Hipotesa yang menyatakan ada hubungan antara variabel
kemampuan kerja dengan variabel produktivitas kerja pegawai dapat diterima. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbandingan antara Rho lebih besar daripada Rho tabel (0,38 0,364). Dengan demikian pada taraf kepercayaan 95% antara kemampuan kerja (X) dengan efektivitas kerja (Y) terdapat hubungan yang signifikan.
2. Hubungan yang menyatakan ada huungan antara variabel motivasi dengan variabel produktivitas kerja pegawai dapat diterima. Hal ini dibuktikan dengan adanya perbandingan antara Rhoyy lebih besar daripada Rho label (0,51 > 0,364). Dengan demikian pada taraf kepercayaan 95% antara motivasi (X) dengan produktivitas kerja
pegawai (Y) terdapat hubungan yang signifikan.Atas dengan kata lain dapat dikatakan bahwa pengajuan hipotesa yang berbunyi :
- Ada pengaruh yang signifikan dari variabel kemampuan kerja terhadap produktivitas kerja.
- Ada pengaruh yang signifikan dari variabel motivasi terhadap produktivitas kerja pegawai.
Dari hasil pengujian hipotesa di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kemampuan kerja dan motiasi dengan produktivitas kerja pegawai Kecamatan Ngablak Kabupaten Magelang mempunyai arah yang
positif.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain