Text
SKRIPSI PERWATAKAN TOKOH WAYANG KULIT DALAM CERITA "KARNO TANDING" DAN IMPLEMENTASI PENGAJARANNYA UNTUK SISWA SEKOLAH DASAR
Judul "Perwatakan Tokoh-Tokoh Wayang Kulit" dalam Cerita Karno Tanding dan Implementasi Pengajaran Untuk Siswa SD. Cerita wayang dalam pergelaran wayang kulit dalam sebuah cerita Karno Tanding memiliki struktur atau unsur-unsur pembangun.
Pergelaran wayang kulit dapat dipahami dengan baik apabila struktur atau unsur-unsur pembangunnya dianalisis terlebih dahulu. Hasil analisisnya dapat dijadikan contoh oleh para siswa dalam menganalisis karya sastra, khususnya analisis perwatakan tokoh-tokoh wayang.
Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahannya yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimanakah watak tokoh dan pengajaran perwatakan tokoh-tokoh wayang kulit di Sekolah Dasar. Peneliti bertujuan mendeskripsikan struktur perwatakan tokoh-tokoh wayang dan bagaimana pengajarannya pada siswa Sekolah Dasar.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur perwatakan tokoh-tokoh wayang dan menentukan strategi peng- Jaran di SD. Permasalahan yang dikaji, obyek penelitian ini adalah struktur pergelaran wayang kulit yang meliputi tema dan amanat, alur, penokohan atau perwatakan, latar, tegangan, padahan, Judul pusat pengisahan, masana dan hubungan antar
unsur. Adapun pengumpulan datanya dilakukan dengan teknik. menyimak, mendengarkan dan mencatat. Sedangkan analisis datanya penelitian ini menggunakan metode pendekatan struk- tural atau pendekatan obyektif dengan metode analitik. Cerita tentang "Karno Tanding" dianalis bagian demi bagian sesuai dengan unsur-unsur pembangun yang ada dalam cerita "Karno Tanding".
Di sini dijelaskan pula, mengenai perwatakan tokoh wayang kulit dalam cerita Karno Tanding. Bahwa perwatakan Adipati Karno, dapat digolongkgan menjadi tokoh bulat atau round charakter. Tokoh bulat mempunyai arti tadinya berwatak putih setelah mengabdi pada Raja Astina berubah dari putih menjadi tokoh hitam. Watak Adipati Karno tadinya suka menolong, menegakkan keadilan dan kebenaran, setelah itu berubah total menjadi tinggi hati, gila hormat serta sombong.
Raden Janaka berwatak suka menolong, menegakkan keadilan dan kebenaran, dan membela yang lemah. Penampilan tokoh- tokohnya dengan cara pertemuan di Keraton Astina, dan Keraton Amarta. Dalam cerita Karno Tanding ini diterangkan pula terjadi perang tanding antara Adipati Karno dan Janaka. Konflik batinpun terjadi pada diri Adipati Karno. Di satu sisi Adipati Karno ingin menetapkan, melaksanakan darma sebagai satriya utama. Di lain sisi juga merasa ragu-ragu karena yang dimusuhinya Pandawa yang berarti saudara-saudara sendiri.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain