Text
SKRIPSI PENGARUH MOTIVASI KERJA DAN KEPUASAN KERJA TERHADAP SEMANGAT KERJA PEGAWAI SETDA KOTA MAGELANG
Dengan diundangkannya Undang-undang nomor 22 tahun 1999 tentang Pemerintah Daerah, merupakan wujud dari salah satu tuntutan reformasi dan pemenuhan aspirasi Daerah dalam penyelenggaraan otonomi
Untuk menuju demokratisasi dan pemberdayaan daerah perlu adanya penyerahan kewenangan secara aktif dari Pemerintah Pusat ke Pemerintah Daerah, sehingga jelas sejauh mana hak dan kewajiban serta kewenangan daerah untuk mengurus rumah tangganya sendiri
Dalam pelaksanaan otonomi daerah di Pemerintah Daerah Kota Magelang khususnya di Setda Kota Magelang, penulis mengadakan penelitian dalam lingkup penyelenggaraan pemerintahan di daerah yang meliputi tingkat kedisiplinan - pegawai dan efektifitas pegawai dalam menyelesaikan tugas-tugas pemerintahan. Untuk mengetahui tingkat keberhasilan pegawai dalam melaksanakan pekerjaannya diperlukan adanya penilaian dari pimpinan, oleh sebab itu pimpinan harus mampu dan bisa mengendalikan pegawainya secara arif dan bijaksana
Berkaitan dengan penyusunan skripsi ini penulis menitik beratkan pada penelitian pengaruh motivasi kerja dan kepuasan kerja terhadap semangat kerja pegawai
Dalam melakukan penelitian penulis mengadakan observasi lapangan, wawancara dan membuat quesioner untuk 88 responden, dari 88 responden memberikan jawaban yang signifikan.
Untuk mengetahui tingkat kebenaran dari penelitian tersebut, penulis melakukan pengujian hipotesa dengan menggunakan beberapa teknik pengujian antara lain
1. Teknik Korelasi Product Moment yaitu penelitian yang membahas tentang
a. Hubungan motivasi kerja dengan semangat kerja
b Hubungan semangat kerja dengan kepuasan kerja
c. Hubungan motivasi kerja dengan kepuasan kerja
2. Teknik Korelasi Partial yaitu penelitian yang membahas tentang hubungan antara variabel motivasi kerja dengan semangat kerja pegawai bila dikontrol oleh variabel kepuasan kerja.
3 Teknik Korelasi Partial yaitu penelitian yang membahas tentang hubungan antara variabel motivasi kerja dengan semangat kerja pegawai bila dikontrol oleh variabel kepuasan kerja.
4. Teknik Korelasi Multiple yaitu digunakan untuk mencari keefisienan korelasi majemuk antara ketiga variabel, dan menguji signifikan dari ketiga variabel tersebut.
5. Teknik korelasi determinannya itu digunakan untuk mengetahui atau menguji seberapa besar prosentase hubungan antara motivasi kerja dan kepuasan kerja yang dilakukan bersama-sama dengan semangat kerja pegawai.
Berdasarkan dari hasil pengujian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa semangat kerja pegawai mempunyai hubungan yang besar terhadap motivasi kerja dan kepuasan kerja.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain