Text
SKRIPSI KONJUNGSI BAHASA INDONESIA DAN IMPLEMENTASINYA DALAM PENGAJARAN BAHASA INDONESIA DI SMU
Penelitian ini berjudul Konjungsi Bahasa Indonesia dan Implementasinya Dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di SMU. Konjungsi bahasa Indonesia akan dilihat dari posisi. jenis maupun hubungan maknanya terutama dalam kalimat majemuk. Yang menjadi masalah adalah bagaimanakah posisi konjungsi dalam kalimat majemuk bahasa Indonesia: Apakah konjungsi tersebut memiliki ketegaran dalam posisinya dan bagaimanakah hubungan makna di dalamnya?
Tujuan penelitian ini ialah (1) mendeskripsikan posisi konjungsi pada kalimat majemuk bahasa Indonesia dan melihat ketegaran letaknya. (2) menemukan kaidah-kaidah konjungsi berikut maknanya dalam kalimat majemuk bahasa Indonesia.
Metode penelitian ini dibagi menjadi metode pengumpu- lan data dan metode analisis data. Pengumpulan data dila- kukan dengan teknik catat. Analisis menggunakan metode agih dengan teknik permutasi untuk mengetahui kadar kete- garan letak suatu unsur dalam susunan bentuk yang apabila unsur tertentu dapat dipindahkan tempatnya (Sudaryanto 1992:74) dan teknik kedua yaitu teknik ubah ujud yang dalam penggunaannya selalu mengakibatkan berubahnya ujud salah satu unsur atau beberapa unsur satuan kalimat (Sudaryanto 1992:83). Data yang telah diklasifikasikan memuat jenis posisi dan hubungan makna konjungsi tersebut dipaparkan sebagai hasil analisisnya.
Simpulan penelitian ini meliputi pertama posisi konjungsi setara berada pada tengah kalimat, sedangkan posisi konjungsi tak setara dapat diletakkan pada awal maupun tengah kalimat. Contoh:
(1) Dalam pengungsian itu saya sering melihat orang ditem- bak mati dan mayatnya dibuang begitu saja.
Kalimat (1) dihubungkan dengan konjungsi dan. Kata penghubung pada kalimat (1) di atas ialah kata penghubung penanda pertalian setara yang tidak mungkin digunakan untuk mengawali sebuah kalimat. Kalimat (1) akan mengha- silkan kalimat yang tidak gramatikal apabila konjungsi dan diletakkan pada awal kalimat, yaitu:
(1a) Dan mayatnya dibuang begitu saja, dalam pengungsian itu saya sering melihat orang ditembak mati.
(2) Binatang itu mati lantaran perawatnya tidak memberi makanan.
Kalimat (2) merupakan kalimat majemuk yang dihubungkan dengan konjungsi lantaran. Kata penghubung pada kalimat (2) di atas ialah kata penghubung taksetara yang bisa digunakan untuk mengawali sebuah kalimat. Seperti pada kalimat (2a) merupakan kalimat yang berterima. yaitu:
(2a) Lantaran perawatnya tidak memberi makanan, binatang itu mati.
Kedua, Pengajaran konjungsi di SMU mengacu pada
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain