Text
SKRIPSI BUDAYA JAWA DALAM NOVEL PENGAKUAN PARIYEM DAN APLIKASI PENGAJARAN NILAI-NILAINYA DI SMU
Skripsi dengan judul "Budaya Jawa Dalam Novel Pengakuan Pariyem dan Aplikasi Pengajaran Nilai-nilainya di SMU", bertujuan mengungkapkan nilai-nilai budaya Jawa yang ada di dalam novel, untuk selanjutnya memberi gambaran dalam penerapan pengajaran nilai-nilai budaya Jawa tersebut kepada siswa SMU. Konsep budaya Jawa yang ditelaah meliputi etika masyarakat Jawa, adat kebiasaan serta sikap hidup yang menjadi ciri khas masyarakat Jawa.
Penelitian ini termasuk penelitian paradigma kualitatif.Teknik pengumpulan data dikerjakan dengan teknik baca dan teknik catat. Sumber datanya adalah novel berjudul" Pengakuan Pariyem" karya Linus Suryadi Ag. Pada awalnya dilakukan pendeskripsian unsur-unsur formal struktur novel Pengakuan Pariyem" yang meliputi tema, alur, penokohan/perwatakan dan latar /setting. Untuk menelaah nilai-nilai budaya Jawa yang ada di dalam novel.
Dari hasil telaah ditemukan nilai-nilai budaya Jawa yang bermanfaat yang tercermin dari sikap pribadi tokoh-tokoh dalam novel. Hal yang menonjol dalam novel ini adalah sikap Pariyem yang dengan kejujuran dan keberaniannya mengungkapkan apa yang telah ia lakukan dengan putra majikannya Raden Bagus Ario Atmaja. Selain itu juga sikapnya yang lain yang patut diteladani misalnya lega lila, nrima dan tidak mau bertingkah macam-macam. Serta pribadinya yang tidak mau mempermalukan orang lain. Demikian Pariyem yang memiliki pribadi luhur. Dalam novel juga ditemukan nilai-nilai seperti rukun dan hormat yang menjadi ciri kultur Jawa, nilai sosial, nilai religius dan sebagainya. Oleh karena itu nilai-niliai tersebut dapat dijadikan teladan bagi kehidupan siswa sehari-hari.
Dengan memperhatikan tujuan pembelajaran apresiasi sastra dan strategi pembelajaran apresiasi sastra. Novel Pengakuan Pariyem dapat dijadikan materi pembelajaran apresiasi sastra di SMU. Strategi pembelajaran yang dipilih dan dirasa sesuai adalah strategi strata karena dipandang dapat menciptakan keaktifan siswa. Dalam strategi strata terhadap tiga tahapan yaitu tahap penjelajahan, tahap interpretasi dan tahap rekreasi. Melalui tahap- tahap itulah siswa diharapkan dapat memahami karya sastra yang diapresiasi tanpa merasa digurui. Oleh karena itu, hasil dari penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan guru dalam memilih materi pengajaran sastra (novel) di SMU.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain