Text
SKRIPSI HUBUNGAN KERJA KEMANUSIAAN DAN TINGKAT KESEJAHTERAAN TERHADAP KEPUASAN KERJA PEGAWAI DI SEKRETARIAT DAERAH KABUPATEN MAGELANG
Kepuasan kerja pegawai pada dasarnya merupakan perasaan yang timbul pada diri pegawai, setelah ia membut perbandingan antara harapan dan pekerjaan dengan kenyataan yang dihadapi sehari-hari dan ada perasaan senang terhadap pekerjaan dan hasilnya. Kepuasan seseorang termasuk pegawai dalam suatu hal antara suatu dengan yang lain adalah relatif, hubungannya dengan suatu pekerjaan pegawai, kepuasan kerja tersebut dapat terjadi apabila antara harapan tentang pekerjaan sama atau sesuai dengan kebutuhannya. Untuk itu kiranya penting disini adanya hubungan kerja kemanusiaan baik dengan pimpinan atau dengan sesama pegawai. Kerja kemanusiaan diartikan hubungan yang terjadi antara atasan dengan bawahan, antara bawahan dengan bawahan maupun antara sesama atasan yang dilakukan baik dengan cara formal maupun informal. Berarti bahwa hubungan antara anggota di dalam organisasi agar selalu dalam suasana harmonis dan baik
Untuk memberikan kepuasan kerja pegawai, selain adanya kerja kemanusiaan yang dihubungkan dengan tingkat kesejahteraan. Pada hakekatnya, setiap orang mempunyai kebutuhan hidup tidak terbatas dan intensitasnya berbeda-beda. Guna memelihara, mempertahankan dan mengembangkan kehidupan jasmani dan rohani, kebutuhan ini harus terpenuhi. Dengan demikian seseorang tidak hanya menuntut terpenuhinya kebutuhan ekonomi, kebutuhan. sosial dan kebutuhan psikologi juga perlu diperhatikan.
Tingkat kesejahteraan pegawai dapat diartikan sebagai tingkat kenaikan derajat, taraf hidup yang lebih banyak menguntungkan kehidupan yang dicapai melalui kerja yang sama pekerjaan itu diberikan oleh kantor dimana ia bekerja dengan bentuk imbalan berupa penghasilan baik dalam bentuk materi maupun non materi, selama masa pengabdiannya.
Dari uraian di atas dapat dikemukakan di sini bahwa kerja kemanusiaan dan tingkat kesejahteraan merupakan faktor penting dalam kepuasan kerja pegawai. Dengan demikian diharapkan sasaran atau tujuan dari organisasi dapat tercapai tanpa ada penyimpangan-penyimpangan, kebocoran-kebocoran dan pemborosan karena sudah tercapainya kepuasan kerja semua pegawai. Untuk itu
pimpinan perlu memperhatikan hubungan tingkat kesejahteraan dan kerja. kemanusiaan para pegawainya.
Sedangkan tujuan penelitian untuk mencari datang tentang:
1. Hubungan variabel kerja kemanusiaan dengan kepuasan kerja pegawai.
2. Variabel kesejahteraan dengan kepuasan kerja pegawai. 3. Hubungan variabel kerja kemanusiaan dan kesejahteraan terhadap kepuasan kerja pegawai
4. Memenuhi sebagian persyaratan guna mencapai gelar sarjana pada Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar Magelang
Adapun metode yang kami gunakan untuk melaksanakan penelitian ini adalah metode observasi, wawancara, quesioner dan dokumentasi, sedangkan untuk keperluan penelitian ini yang menjadi obyek penelitian adalah Pegawai Sekretariat Pemerintah Daerah Kabupaten Magelang dengan jumlah sampel 37 orang dari 150 orang jumlah pegawai. Tipe penelitian yang dipergunakan adalah tipe penelitian penjelasan, sedangkan sumber daya yang diambil adalah sumber data primer dan sumber data sekunder, sedangkan analisa datanya menggunakan analisa data kuantitatif dan analisa data kualitatif.
Untuk menguji hipotesanya dipergunakan uji hipotesa korelasi product moment, korelasi partial, korelasi majemuk dan koefisien determinasi. Dari uji hipotesa tersebut diperoleh hasil sebagai berikut
a. Hubungan kerja kemanusiaan dengan tingkat kesejahteraan setelah diuji mendapatkan angka 0,435. Kemudan dikonsultasikan dengan r tabel 0,412, karena r tabel lebih kecil (0,435 > 0,412) dengan r hitung berarti hubungan kedua variabel tersebut sangat signifikan.
b. Mencari hubungan antara kerja kemanusiaan dengan kepuasan kerja pegawai dengan rumus korelasi partial, menunjukan hasil 0,557. Untuk menguji signifikannya diuji dengan menggunakan rumus F test yang hasilnya menunjukkan angka 15,27. Hasil ini kemudian dikonsultasikan dengan F tabel untuk dibandingkan, ternyata F tabel lebih kecil dari F test atau dengan kata lain bahwa F test lebih besar dari F tabel (15,27 7,44). Hal ini berarti hubungan variabel yang diuji murni.
c. Mencari hubungan antara tingkat kesejahteraan dengan kepuasan kerja. pegawai dengan rumus korelasi partial menunjukkan hasil angka 0,093. Untuk menguji signifikannya diuji dengan menggunakan rumus F test yang hasilnya menunjukkan angka 4,13. Hasil uji dikonsultasikan F tabel pada taraf signifikan 5% dan 1% (10,29) untuk dibandingkan. Ternyata F test lebih kecil dari pada F tabel (0,294,13). Ini berarti pada taraf signifikan 1% dan 5% tidak terdapatnya hubungan yang murni antara tingkat kesejahteraan dengan kepuasan kerja setelah dikontrol variabel kerja kemanusiaan. Dengan kata lain pada taraf signifikan 1% dan 5% tingkat kesejahteraan tidak secara langsung. berhubungan dengan kepuasan kerja pegawai.
d. Mencari hubungan antara kerja kemanusiaan dan tingkat kesejahteraan secara bersama-sama dengan kepuasan kerja dengan menggunakan rumus korelasi ganda/majemuk menunjukkan hasil angka 0,8 kemudian diuji signifikannyadengan rumus F test Hasil uji ini dikonsultasikan F tabel pada taraf signifikan 5% hasilnya 60,44 selanjutnya dikonsultasikan dengan F tabel (60,44 < 7,44). Dengan demikian dapat dikatakan kerja kemanusiaan dan tingkat kesejahteraan mempunyai hubungan dengan kepuasan kerja pegawai.
e. Menguji berapa prosen (%) hubungan kerja kemanusiaan dan tingkat kesejahteraan secara bersama-sama dengan kepuasan kerja pegawai. Dalam pengujan ini digunakan rumus koefisien determinasi. Adapun hasilnya adalah 0,64 atau 64% selebihnya 36 berhubungan dengan faktor lain yang juga mempunyai hubungan dengan kepuasan kerja.
Dari hasil pengujian hipotesa tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa hubungan kerja kemanusiaan dan tingkat kesejahteraan dengan kepuasan kerja pegawai Sekretariat Daerah Kabupaten Magelang adalah signifikan. Dengan demikian hipotesa yang diajukan dapat diterima.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain