Text
SKRIPSI IMPLEMENTASI MODEL SWAT (SOIL AND WATER ASSESSMENT TOOL) PADA ANALISIS TINGKAT BAHAYA EROSI DAERAH TANGKAPAN AIR WADUK SEMPOR
INTISARI
Perubahan penggunaan lahan merupakan faktor yang berpengaruh terhadap peningkatan laju erosi yang kemudian dapat meningkatkan potensi terjadinya bencana alam. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah menganalisis tingkat bahaya erosi menggunakan teknologi pengindraan jarak jauh untuk memprediksi laju aktual erosi. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat bahaya erosi pada Daerah Tangkapan Air Waduk Sempor.Penelitian ini menggunakan SWAT (Soil and Water Assessment Tool) dalam ArcGIS untuk memodelkan daerah tangkapan air lokasi penelitian. Model SWAT menggunakan metode MUSLE modifikasi dengan input data topografi, klimatologi, dan penggunaan lahan. Kemudian, kalibrasi model dilakukan menggunakan aplikasi SWAT-CUP yang dilakukan sebanyak 55 iterasi dengan 2000 simulasi per iterasi.Hasil simulasi menunjukkan bahwa tutupan lahan dan kemiringan lereng berpengaruh secara signifikan terhadap laju erosi yang terjadi. Tingkat bahaya erosi tertinggi yang terjadi adalah Kelas V (Sangat Berat) dengan tutupan lahan pertanian lahan kering campur dan kemiringan lereng >40%. Pengerukan sedimen dan tindakan konservasi lahan diperlukan untuk mengurangi erosi yang terjadi. Kalibrasi dan validasi model menghasilkan nilai R2 0,87, NSE 0,86, dan PBIAS 3,6% yang menunjukkan kesesuaian model yang sangat baik. Ini menunjukkan bahwa SWAT cukup akurat dalam memodelkan daerah tangkapan air. Namun, model SWAT masih perlu ditingkatkan kinerjanya dengan memperbaiki kemampuan adaptasi parameter kalibrasi lainnya.
Kata Kunci: ArcSWAT, laju erosi, tingkat bahaya erosi, Waduk Sempor
13-UN57.U1-STS-I-2025 | SIPIL PAN I 2025 | Ruang Skripsi (TEKNIK SIPIL) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain