Text
SKRIPSI PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDENT TEAMS ACHIECMENT DIVISION (STAD) BERBASIS MASALAH UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH SISWA SMP
Kemampuan pemecahan masalah adalah salah satu keterampilan yang harus
dimiliki oleh siswa pada abad 21. Akan tetapi, kemampuan pemecahan masalah
menurut hasil PISA 2022 masih tergolong rendah. Hal tersebut dikarenakan siswa
biasanya hanya memahami dan menghafal konsep saja, tidak mampu menerapkan
konsep untuk menemukan dan menyelesaikan solusi dari permasalahan. Oleh
karena itu, perlu diterapkan model pembelajaran STAD berbasis masalah untuk
meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.
Model pembelajaran STAD berbasis masalah lebih berfokus pada diskusi
kelompok untuk saling bertukar ide dan pendapat. Pembelajaran berbasis masalah
dilakukan dengan memberikan permasalahan yang konteks. Dalam permasalahan
tersebut siswa mampu untuk menemukan solusi dalam menyelesaikan
permasalahan. Dengan penerapan model pembelajaran STAD berbasis masalah ini
akan membuat siswa memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik.
Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui adanya perbedaan
kemampuan pemecahan masalah antara siswa yang mendapat model pembelajaran
kooperatif tipe STAD berbasis masalah dengan siswa yang mendapat model
pembelajaran Discovery Learning. Jenis penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif
dengan metode quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group desain.
Populasi dalam penelitian ini yaitu semua siswa SMP N 8 Magelang. Sampel
diambil dengan teknik purposive sampling, yaitu kelas VIII D sebagai kelas
eksperimen dan kelas VIII E sebagai kelas kontrol.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa uji independent simple t-test 0,000 <
0,05, yang artinya terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah yang
signifikan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Hasil uji N-Gain pada kelas
eksperimen sebesar 0,74 dengan kriteria tinggi, sedangkan pada kelas kontrol
sebesar 0,56 dengan kriteria sedang. Hasil N-Gain tersebut membuktikan bahwa
terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah, dimana kelas eksperimen
mempunyai kemampuan pemecahan masalah lebih tinggi dibandingkan kelas
kontrol.
5-UN57.U1-SI-II-2025 | IPA IND P 2025 | Ruang Skripsi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain