Text
PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN PROBLEM BASED LEARNING SKRIPSI BERBANTUAN LKPD TERHADAP KEMAMPUAN LITERASI MATEMATIS PESERTA DIDIK KELAS XI
Kemampuan literasi matematis mengacu pada kapasitas peserta didik
untuk memahami, menganalisis, dan memanfaatkan konsep-konsep matematika
dalam konteks kehidupan sehari-hari. Kemampuan ini memiliki signifikansi
kognitif yang tinggi karena memungkinkan individu untuk memecahkan masalah
nyata yang berkaitan dengan matematika. Namun, tingkat literasi matematis
peserta didik kelas XI SMA Negeri 1 Magelang diketahui berada pada level yang
rendah berdasarkan hasil tes kemampuan awal yang telah dilaksanakan. Kondisi
ini menyebabkan peserta didik kesulitan dalam menghadapi dan menyelesaikan
masalah sehari-hari yang membutuhkan penerapan kemampuan literasi matematis.
Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model pembelajaran yang efektif guna
menguatkan kemampuan literasi matematis peserta didik.
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki ketercapaian kemampuan
literasi matematis peserta didik secara klasikal melalui penerapan model Problem
Based Learning (PBL) berbantuan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Selain
itu, penelitian ini juga membandingkan kemampuan literasi matematis antara
peserta didik yang mendapatkan model PBL berbantuan LKPD dan peserta didik
yang mendapatkan model pembelajaran langsung.
Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain
eksperimen semu, khususnya posttest-only control group design. Populasi
penelitian meliputi siswa kelas XI SMA Negeri 1 Magelang pada tahun ajaran
2023/2024, dengan pengambilan sampel menggunakan teknik cluster random
sampling. Sampel terdiri atas dua kelas, yaitu kelas XI B sebagai kelas
eksperimen yang menerapkan PBL berbantuan LKPD, dan kelas XI C sebagai
kelas kontrol dengan model pembelajaran langsung. Instrumen penelitian meliputi
lembar observasi, pedoman wawancara, lembar validasi, dan soal tes kemampuan
literasi matematis. Teknik pengumpulan data mencakup tes, wawancara,
observasi, angket, dan dokumentasi. Proses analisis data melibatkan analisis data
awal berupa uji normalitas dengan menggunakan uji liliefors, uji homogenitas
dengan menggunakan uji F, dan uji kesamaan rerata menggunakan uji
independent sample t-test, serta analisis data akhir berupa uji normalitas dengan
menggunakan uji liliefors, uji homogenitas dengan menggunakan uji F, dan uji
vii
hipotesis yang terdiri dari dua uji yaitu uji proporsi untuk hipotesis pertama dan
uji independent sample t-test untuk uji hipotesis kedua.
Data awal berupa hasil tes kemampuan awal yang memenuhi seluruh uji
prasyarat, yaitu: (1) uji normalitas menunjukkan bahwa data berdistribusi normal;
(2) uji homogenitas mengindikasikan varians data yang homogen; dan (3) uji
independent sample t-test mengungkapkan keseimbangan kemampuan awal antara
kedua sampel. Selanjutnya, data akhir juga memenuhi uji prasyarat, meliputi uji
normalitas dengan distribusi data yang normal dan uji homogenitas dengan
varians data yang homogen. Dengan demikian, analisis hipotesis dilanjut
mempergunakan uji proporsi
sehingga
dengan hasil
diterima, dan uji independent sample t-test dengan hasil
sehingga
ditolak.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan literasi matematis peserta
didik yang belajar dengan model problem-based learning berbantuan LKPD telah
mencapai ketuntasan secara klasikal. Selain itu, kemampuan literasi matematis
peserta didik yang diajarkan dengan model problem based learning berbantuan
LKPD lebih baik dibandingkan dengan peserta didik yang menggunakan model
pembelajaran langsung. Temuan ini menegaskan efektivitas model problem-based
learning berbantuan LKPD dalam menguatkan literasi matematis peserta didik.
Saran yang dapat disampaikan peneliti adalah model PBL berbantuan LKPD
dapat diterapkan sebagai alternatif dalam proses pembelajaran karena dengan
model PBL berbantuan LKPD mampu mengembangkan kemampuan literasi
matematis peserta didik.
2-UN57.U1-SPM-II-2025 | MATEMATIKA SAR P 2025 | Ruang Skripsi | Tersedia |
Tidak tersedia versi lain