Text
SKRIPSI ANALISIS PERBANDINGAN TEBAL PERKERASAN LENTUR RUNWAY BANDAR UDARA JENDERAL AHMAD YANI SEMARANG
Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang adalah bandara kategori large hub. Sehingga untuk mendukung fungsi bandara tersebut perlu adanya perencanaan infrastruktur yang matang untuk memastikan operasional pesawat yang aman dan efisien. Runway adalah infrastruktur penting dalam keberhasilan operasi lepas landas dan pendaratan pesawat. Runway bandara umumnya menggunakan jenis perkerasan lentur. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan tebal perkerasan lentur runway menggunakan beberapa metode di Bandara Jenderal Ahmad Yani.
Metode perhitungan tebal perkerasan lentur yang digunakan dalam penelitian ini, yaitu metode CBR, FAA, LCN dan DMG 27. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data nilai CBR subgrade 6%, CBR subbase 20%, data karakteristik pesawat dan data lalu lintas pesawat campuran dengan umur rencana 20 tahun, dimulai dari tahun 2026 sampai tahun 2045.
Berdasarkan analisis data yang dilakukan metode FAA menghasilkan tebal terbesar (864 mm), diikuti metode LCN (792 mm) dan CBR (660 mm). Metode FAA lebih tebal karena mempertimbangkan repetisi beban dan lalu lintas selain pesawat rencana, sedangkan LCN dan CBR tidak. Sementara itu, metode DMG 27 menghasilkan tebal paling tipis, dengan tipe HSBBM 550 mm dan tipe BBM 625 mm, karena batas minimum lapisan base yang lebih kecil dan pemilihan material subbase berkualitas tinggi.Sehingga rasio ketebalan terhadap metode DMG 27 (HSBBM) adalah 1,0 sebagai acuan, dengan hasil untuk metode DMG 27 (HSBBM) : DMG 27 (BBM) : CBR : LCN : FAA adalah 1,0 : 1,14 : 1,2 : 1,44 : 1,57.
Kata kunci: Runway, CBR, FAA, LCN, DMG 27
10-UN57.U1-STS-II-2025 | SIPIL YUN A 2025 | Ruang Skripsi (TEKNIK SIPIL) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain