Text
SKRIPSI ANALISIS KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA SMP KELAS VIII DALAM MENYELESAIKAN SOAL CERITA PADA MATERI TEOREMA PYTHAGORAS DITINJAU DARI SELF EFFICACY
Kemampuan pemecahan masalah matematis penting untuk siswa supaya dapat menyelesaikan masalah matematis dengan tepat. Hasil tes kemampuan awal pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII C SMP N 3 Secang yang masih rendah dengan rata-rata 37,3 menjadi dasar dalam penelitian ini. Hasil tes awal kemampuan pemecahan masalah matematis siswa tersebut tidak sejalan dengan teori perkembangan kognitif Jean Piaget. Teori perkemabangan kognitif Jean Piaget menyatakan bahwa anak usia 12 tahun ke atas termasuk dalam tahap operasioal formal yang dapat menyelesaikan tingkat soal yang membutuhkan kemampuan operasi logik yang cukup tinggi. Soal cerita yang digunakan memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi dibandingkan soal matematika yang memodelkan matematika secara langsung. Penelitian ini menggambarkan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan tingkat self efficacy. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis kemampuan pemecahan masalah matematis siswa kelas VIII dalam menyelesaikan soal cerita pada materi teorema Pythagoras berdasarkan masing- masing tingkat self efficacy siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian ini didasarkan pada kategori tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan tingkat self efficacy siswa. Dari tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis dipilih 9 subjek yang terdiri dari 3 siswa yang memiliki tingkat self efficacy tinggi, sedang, dan rendah pada masing-masing tingkat. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, angket self efficacy, dan pedoman wawancara.
Data yang diperoleh dalam penelitian ini berupa klasifikasi tingkat self efficacy, klasifikasi tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis siswa, serta transkrip wawancara guna mengulik lebih dalam tentang kemampuan pemecahan masalah matematis siswa. Subjek dengan tingkat self efficacy tinggi dan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis yang beragam dapat menjelaskan jawaban mereka secara lisan. Berbeda dengan subjek yang memiliki tingkat self efficacy sedang. Subjek yang dapat menjelaskan jawaban secara lisan hanya subjek dengan tingkat kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi. Subjek dengan tingkat self efficacy rendah tidak dapat menjelaskan jawaban mereka secara lisan dan subjek mengerjakan soal bukan dengan kemampuan diri sendiri. Subjek dengan self efficacy tinggi mampu menyelesaikan soal dengan kemampuan diri sendiri. Siswa yang memiliki kemampuan pemecahan masalah matematis tinggi namun self efficacy rendah mengerjakan tes bukan dengan kemampuan diri sendiri. Sebaiknya guru memastikan siswa memahami secara keseluruhan materi, serta mendorong siswa untuk berani bertanya supaya kemampuan pemecahan masalah matematis siswa dan self efficacy siswa meningkat.
Kata Kunci: Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Self Efficacy, Soal Cerita
8-UN57.U1-SPM-II-2025 | MATEMATIKA RIF A 2025 | Ruang Skripsi (MATEMATIKA) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain