Text
SKRIPSI EVALUASI KEHILANGAN AIR PADA JARINGAN PIPA AIR BERSIH (STUDI KASUS : PERUMAHAN PENAMBONGAN PURBALINGGA)
PDAM Kabupaten Purbalingga mengalami tingkat kehilangan air yang masih diatas batas wajar sebesar 25% pada tahun 2024, yaitu salah satunya di Perumahan Penambongan. Untuk mengatasi hal ini, PDAM tengah melakukan optimalisasi sistem penyediaan air minum dengan menerapkan District Metered Area (DMA) untuk mempermudah deteksi kehilangan air.
Penurunan kehilangan air dilakukan melalui analisis Water Balance (WB). Tahap WB 0 digunakan untuk menilai kondisi hidrolik dan tingkat kehilangan air dalam jaringan distribusi. Tindakan yang diambil meliputi steptest, deteksi menggunakan alat sounding dan perbaikan kebocoran, peningkatan akurasi meter, serta penggantian meter air pelanggan. Setelah perbaikan, dilanjutkan dengan tahap WB1. Analisis distribusi hidrolik dilakukan menggunakan perangkat lunak EPANET 2.2.
Volume air yang masuk ke jaringan tercatat sebesar 19.890 m³/bulan, sementara konsumsi air hanya 8010 m³/ bulan, sehingga terjadi kehilangan air sebesar 11.880 m³/bulan atau 59,73%. Setelah perbaikan, kehilangan air berhasil berkurang menjadi sebesar 55,63 %. Simulasi EPANET 2.2 menunjukkan pola jaringan di Perumahan Penambongan masih kurang baik, kebocoran pipa menyebabkan kondisi hidrolik jaringan menjadi penyebab kurang baik. Saat simulasi jaringan menggunakan EPANET 2.2 dengan kehilangan 20% dan kekasaran 140 kondisi jaringan sudah memenuhi standar desain.
Kata Kunci: Kehilangan Air, District Metered Area, Water Balance, EPANET 2.2
21-UN57.U1-STS-II-2025 | SIPIL GIS E 2025 | Ruang Skripsi (SIPIL) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain