Text
SKRIPSI ANALISIS KETERSEDIAAN AIR IRIGASI DI WADUK MALAHAYU MENGGUNAKAN MODEL SWAT+ DAN CROPWAT 8.0
Ketersediaan air irigasi mengalami tekanan signifikan yang disebabkan oleh perubahan iklim dan penentuan pola tanamnya. Strategi untuk melakukan optimasi ketersediaan air sangat dibutuhkan untuk menghasilkan neraca air yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis neraca air di Wilayah Irigasi Malahayu dengan mengintergrasikan analisis menggunakan model hidrologi seperti SWAT dan CROPWAT 8.0. Model hidrologi tersebut dapat digunakkan pada pengoptimalan irigasi berdasarkan ketersediaan air dan kebutuhan air pada permasalahan yang disebabkan oleh perubahan iklim yang mengakibatkan penurunan volume air waduk yang berpengaruh terhadap sektor pertanian di Wilayah Irigasi Malahayu.
Penelitian pada analisis ketersediaan air menggunakan permodelan SWAT dengan bantuan software QGIS, data debit yang dihasilkan kemudian dilakukan kalibrasi dan validasi data yang meliputi nilai Koefisien Determinasi (R2), Nash-Sutcliffe Efficiency (NSE), pearson correlation coefficient (R) dan Root Mean Squared Error (RMSE). Kalibrasi dilakukan dengan melakukan analisis sensitif terhadap beberapa paramete dan dengan iterasi sebanyak 200. Metode penelitian dalam perhitungan kebutuhan air irigasi menggunakan CROPWAT 8.0.
Hasil simulasi debit andalan model SWAT diperoleh nilai terbesar bulan Februari yaitu 3.37 m3/detik dan debit air terkecil bulan pada Agustus yaitu 0.01 m3/detik dengan NSE setelah kalibrasi dan validasi 0.91. Hasil perhitungan kebutuhan air irigasi menggunakan CROPWAT 8.0 terbesar bulan Desember yaitu 8.83 m3/detik dan terkecil bulan Agustus sebesar 0.79 m3/detik. Neraca Air menunjukkan bahwa ketersediaan air mengalami defisit air pada bulan April, Mei, Juni, Juli, Agustus, September, dan Desember yang disebabkan oleh perubahan iklim dan penentuan masa tanam. Untuk memaksimalkan hasil analisis kebutuhan air diperlukan alternatif pola tanam baru yang dapat digunakan dengan pertimbangan ketersediaan air yaitu Palawija – Padi – Bera.
Kata kunci: SWAT, CROPWAT 8.0, ketersediaan air, kebutuhan air, waduk malahayu, irigasi
22-UN57.U1-STS-III-2025 | SIPIL HAS A 2025 | Ruang Skripsi (SIPIL) | Tersedia namun tidak untuk dipinjamkan - No Loan |
Tidak tersedia versi lain