Text
SKRIPSI IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM KAMPUNG IKLIM (PROKLIM) DI KOTA MAGELANG (Studi Kasus di Kampung Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban)
ABSTRAK
Implementasi Kebijakan Program Kampung Iklim (ProKlim) di Kota Magelang (Studi Kasus di Kampung Jambon Gesikan, Kelurahan Cacaban)
Hendra Lana Saputra (2110201016)
Jurusan Ilmu Administrasi Negara, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tidar.
Perubahan iklim secara global memberikan dampak cukup signifikan pada pergeseran ketahanan dan pemahaman masyarakat dalam menghadapi isu maupun kondisi secara realistis terhadap penurunan kualitas lingkungan hidup. Pemerintah secara nasional menerapkan suatu program kebijakan yang dapat diimplementasikan di setiap wilayah setingkat kelurahan atau RW dalam mereduksi kekhawatiran dan dampak yang ditimbulkan akibat perubahan iklim, melalui Program Kampung Iklim (ProKlim). Pemerintah Kota Magelang merupakan salah satu bukti nyata yang telah mengimplementasikan, salah satunya ProKlim di Kelurahan Cacaban tepatnya di RW 04 Kampung Jambon Gesikan. Dalam pelaksanaan kampung iklim ini tentunya harus didukung oleh berbagai elemen terkait, sebab secara holistik memiliki kontribusi dalam keberhasilan implementasi kebijakan ProKlim. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi kebijakan ProKlim, sekaligus mengetahui berbagai faktor penghambat dalam keberhasilan implementasi kebijakan ProKlim di Kampung Jambon Gesikan. Penelitian ini menggunakan desain metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Implementasi kebijakan ProKlim di RW 04 Kampung Jambon Gesikan telah berjalan cukup baik, meskipun masih terdapat beberapa hambatan yang cukup signifikan. Tim POKJA ProKlim Kampung Jambon Gesikan memiliki peranan startegis dalam menciptakan iklim kolaboratif yang berdampak terhadap keberlanjutan program. Pada kenyataannya di Kampung Jambon Gesikan sendiri, peranan tim pengurus ProKlim masih belum optimal secara kontribusi dan kemampuan personal di bidang digital, dukungan secara eksternal yang meliputi sumber daya anggaran dan ketetapan regulasi lokal belum mencukupi kebutuhan. Pembagian potensi yang tidak disesuaikan dengan tingkat kebutuhan dan kualifikasi menjadi kendala serius dalam mengembangkan inovasi ProKlim, sehingga berdampak terhadap minimnya partisipasi generasi muda sebagai penerus kebijakan.
Kata kunci: Implementasi Kebijakan, Kampung Jambon Gesikan, Program Kampung Iklim
Tidak tersedia versi lain