Text
SKRIPSI PENGARUH TINGKAT SOSIAL EKONOMI DAN MOTIVASI MASYARAKAT TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PERHUTANAN SOSIAL DI KECAMATAN TEMPURAN KABUPATEN MAGELANG
Pembangunan pada hakekatnya adalah proses perubahan yang telah direncanakan menuju keadaan yang optimal yang dicita-citakan masyarakat. Proses perubahan ini merupakan proses perubahan yang menyeluruh, meliputi berbagai aspek kehidupan, sebagaimana disebutkan dalam GBHN, bahwa tujuan pembangunan pada hakekatnya adalah pembangunan manusia seutuhnya, dalam arti tidak hanya pembangunan fisik jasmani saja, melainkan pembangunan mental spiritual, termasuk pembangunan di bidang kebersihan, keindahan dan kesehatan lingkungan. Pembangunan di bidang kehutanan, dalam hal ini program perhutanan sosial dimaksudkan untuk mengusahakan kesempatan yang luas bagi setiap penduduk di sekitar hutan, ikut serta mengelola hutan secara optimal yang tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan tersebut. Program perhutanan sosial tersebut akan tercapai dengan baik apabila tingkat sosial ekonomi masyarakat baik. Di samping tingkat sosial ekonomi masyarakat, faktor lain yang sangat mempengaruhi tercapainya program perhutanan sosial adalah motivasi masyarakat. Oleh karena motivasi masyarakat merupakan aktivitas menggerakkan masyarakat secara ikhlas melalui pemberian dorongan, pengharapan dan perangsangan dengan disesuaikan situasi dan kondisi yang ada. Atas dasar hal tersebut di atas, maka perunusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah: "Apakah ada pengaruh tingkat sosial ekonomi dan motivasi masyarakat terhadap pelaksanaan program perhutanan sosial?" Dalam penelitian ini yang penulis gunakan yaitu: Sumber data dan elemen penelitian adalah Kecamatan Tempuran Kabupaten Dati II Magelang dengan responden sebanyak 45 orang. Analisa data yang digunakan adalah secara kualitatif dan kuantitatif Analisa data kuantitatif digunakan untuk menguji hipotesa dengan mengaplikasikan rumus-rumus statistik. Runnus statistik yang digunakan adalah rumus korelasi product moment, korelasi partial, korelasi majemuk dan korelasi determinasi. Sedangkan tipe penelitian yang digunakan adalah penelitian desktriptif dan penelitian uji, teknik pengumpulan data yang digunakan adalah metode observasi, metode wawancara, metode quesioner dan metode dokumentasi. Hipotesa yang dirumuskan dalam penelitian ini adalah hubungan antara tingkat sosial ekonomi dan motivasi masyarakat terhadap pelaksanaan program perhutanan sosial. Dalam penelitian ini hipotesa yang digunakan yaitu: 1. Hipotesa Mayor: Ada pengaruh tingkat sosial ekonomi dan motivasi masyarakat terhadap pelaksanaan program perhutanan sosial. 2. Hipotesa Minor: Ada pengaruh tingkat sosial ekonomi terhadap pelaksanaan program perhutanan sosial. Ada pengaruh motivasi masyarakat terhadap pelaksanaan program perhutanan sosial. Tujuan penelitian adalah mengetahui pengaruh tingkat sosial ekonomi dan motivasi masyarakat terhadap pelaksanaan program perhutanan sosial di Kecamatan Tempuran Kabupaten Magelang Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: 1. Hipotesa yang menyatakan bahwa ada pengaruh antara X, (tingkat sosial ekonomi) terhadap Y (pelaksanaan program perhutanan sosial) dapat diterima, yatitu rxy lebih besar dari rubel (0,658-0,380), dengan Fabel teoritis dengan N45 pada taraf signifikan 1%. Berati korelasi antara dua variabel tersebut sangat signifikan. 2. Hipotesa yang menyatakan bahwa ada pengaruh X2 (motivasi masyarakat) terhadap Y (pelaksanaan program perhutanan sosial) dapat diterima, yaitu rxzy lebih besar dari Fabel (0651 0,380), dengan Fabel teoritis dengan N= 45 pada taraf signifikan 1%. Hal ini berarti korelasi sangat signifikan antara kedua variabel tersebut. 3. Hipotesa yang menyatakan bahwa ada pengaruh antara X, (tingkat sosial ekonomi) dan X (motivasi masyarakat) terhadap Y (pelaksanaan program perhutanan sosial) yakni terlebih dahulu mencari hubungan antara variabel bebas dengan variabel tergantung, dengan dikontrol variabel bebas lain, dengan menggunakan rumus korelasi partial. a. Mencari hubungan antara X2 (motivasi masyarakat) dengan X, (tingkat sosial ekonomi), menggunakan rumus korelasi product moment. Setelah diuji rxx mendapatkan angka 0,756. Hasil rx2.x, ini kemudian dikonsultasikan dengan Fiabel teoritis dengan N-45 pada taraf signifikan 1%. Oleh karena Trabel 0,380 maka 1XX, lebih besar dari Fabel (0,756 0,380). Maka dapat dikatakan kedua variabel tersebut adalah signifikan. b. Mencari hubungan antara X, (tingkat sosial ekonomi) dan Y (pelaksanaan program perhutanan sosial) setelah dikontrol variabel X, (motivasi masyarakat) dengan menggunakan rumus korelasi partial, menunjukkan hasil 0,334. Untuk menguji signifikannya digunakan rumus First yang hasilnya menunjukkan 5,244.. Nilai Fiem ini dikonsultasikan dengan Fabei pada taraf signifikan 1%, dengan N= 45. Oleh karena pada Faber dengan urutan angka 45 menunjukkan nilai 4,29, maka berarti Flutong lebih besar dari Fiabel (5,244 4,29). Ini berarti pada taraf signifikan 1%, terdapat hubungan yang murni antara X, (tingkat sosial ekonomi) dengan Y (pelaksanaan program perhutanan sosial) setelah dikontrol variabel X2 (motivasi masyarakat). c. Mencari hubungan antara X) (motivasi masyarakat) dan Y (pelaksanaan program perhutanan sosial) setelah dikontrol variabel X, (tingkat sosial ekonomi), dengan menggunakan rumus korelasi partial hasilnya 0,313. Untuk mengetahui signifikannya, digunakan rumus Fiest yang hasilnya 4,511. Nilai Fust tersebut dikonsultasikan dengan Fiabel pada taraf signifikan 1%, yaitu menunjukkan angka 4,29. Oleh karena Fen lebih besar dari Fiabel (4,511 4,29), maka berarti pada taraf signifikan 1% terdapat hubungan yang murni antara X2 (motivasi masyarakat) dan Y (pelaksanaan program perhutanan sosial) setelah dikontrol variabel X, (tingkat sosial ekonomi). d. Mencari hubungan antara X, (tingkat sosial ekonomi) dan X2 (motivasi masyarakat) secara bersama-sama terhadap Y (pelaksanaan program perhutanan sosial), dengan menggunakan rumus korelasi ganda atau majemuk yang hasilnya 0,630. Untuk menguji signifikannya digunakan rumus Fien yang hasilnya 27,536. Hasil Fun ini kemudian dikonsultasikan dengan Fabet pada taraf signifikan 1%. Oleh karena Fubel 4,29 maka berarti Fhanang lebih besar dibanding Fabel (27,536 lebih dari 4,29). Dengan demikian X, (tingkat sosial ekonomi) dan X2 (motivasi masyarakat) secara bersama-sama mempengaruhi Y (pelaksanaan program perhutanan sosial), atan dapat dikatakan hubungannya signifikan. e. Untuk mengetahui berapa prosen (%) pengaruh X, (tingkat sosial ekonomi) dan X2 (motivasi masyarakat) terhadap Y (pelaksanaan program perhutanan sosial), digunakan rumus koefisien determinasi yang hasilnya 0,71. Hal ini berarti 71% variabel Y (pelaksanaan program perhutanan sosial) dipengaruhi oleh variabel X (tingkat sosial ekonomi) dan X2 (motivasi masyarakat). Berarti 29% dipengaruhi oleh variabel lain.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain