Text
SKRIPSI PENGARUH PENGUNGKAPAN ENVIRONMENTAL SOCIAL GOVERNANCE (ESG), DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN DAN TAX AVOIDANCE TERHADAP BIAYA UTANG DENGAN KEPEMILIKAN INSTITUSIONAL SEBAGAI VARIABEL MODERASI (STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR SEKTOR INDUSTRI DASAR DAN KIMIA YANG TERDAFTAR PADA BURSA EFEK INDONESIA TAHUN 2019-2023
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pengungkapan Environmental Social Governance (ESG), dewan komisaris independen, dan tax avoidance terhadap biaya utang, serta menganalisis kepemilikan institusional sebagai variabel yang memoderasi hubungan tersebut. Penelitian dilakukan pada perusahaan manufaktur sektor industri dasar dan kimia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun 2019 hingga 2023. Sampel sebanyak 38 perusahaan dipilih menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis data yang digunakan adalah regresi linier berganda dan Moderated Regression Analysis (MRA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengungkapan ESG dan proporsi dewan komisaris independen berpengaruh negatif signifikan terhadap biaya utang. Hal ini mengindikasikan bahwa keduanya memberikan sinyal positif bagi kreditur, sehingga menurunkan persepsi risiko perusahaan. Sebaliknya, tax avoidance tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap biaya utang. Dari hasil pengujian moderasi, ditemukan bahwa kepemilikan institusional tidak mampu memperkuat atau memperlemah hubungan antara ESG dan biaya utang. Namun, kepemilikan institusional berhasil memperkuat pengaruh dewan komisaris independen terhadap penurunan biaya utang dan memperlemah pengaruh tax avoidance, yang berarti bahwa investor institusional berperan sebagai pengawas yang efektif. Penelitian ini memberikan kontribusi bagi pengembangan teori agensi, terutama dalam konteks tata kelola perusahaan, keberlanjutan, dan strategi fiskal. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah perlunya perusahaan memperhatikan pengungkapan ESG dan struktur dewan komisaris sebagai strategi untuk mengoptimalkan biaya pendanaan dan memperkuat kepercayaan kreditur.
Kata kunci: biaya utang, ESG, dewan komisaris independen, tax avoidance, kepemilikan institusional.
Tidak tersedia versi lain