Text
SKRIPSI PENGARUH TUNNELING INCENTIVE, FINANCIAL DISTRESS, DAN KEPEMILIKAN MANAJERIAL TERHADAP TAX AVOIDANCE PADA PERUSAHAAN PERTAMBANGAN YANG TERDAFTAR DI BURSA EFEK INDONESIA (BEI) TAHUN 2021-2023
ABSTRAK
Penghindaran pajak merupakan strategi yang dilakukan oleh wajib pajak untuk meminimalkan beban pajak melalui pemanfaatan celah-celah dalam peraturan perpajakan yang masih dalam batas legal. Praktik ini menjadi isu penting, terutama pada sektor industri yang kompleks seperti pertambangan, karena tingginya potensi risiko dan kerentanan terhadap penyimpangan kebijakan fiskal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tunneling incentive, financial distress, dan kepemilikan manajerial terhadap Tax Avoidance pada perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama periode 2021– 2023.Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskriptif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan data sekunder yang diperoleh dari laporan keuangan dan laporan tahunan perusahaan. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perusahaan sektor pertambangan yang terdaftar di BEI pada tahun 2021-2023, dengan jumlah sampel sebanyak 76 perusahaan. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier berganda dengan bantuan perangkat lunak SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel tunneling incentive berpengaruh positif terhadap tax avoidance. Sementara itu, variabel financial distress dan kepemilikan manajerial tidak berpengaruh terhadap tax avoidance. Temuan ini mendukung pandangan dalam teori agensi bahwa tunnelling incenive dapat memengaruhi pengambilan keputusan pemegang saham mayoritas dalam melakukan tax avoidance. Sebaliknya, financial distress dan kepemilikan manajerial belum terbukti memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan tersebut. Implikasi penelitian ini yaitu, bagi akademik dan peneliti selanjutnya dapat sebagai literatur review dan referensi untuk penelitian selanjutnya, sedangkan bagi perusahaan di sektor pertambangan, dapat meningkatkan kualitas dan keterbukaan dalam pelaporan keuangan dan perpajakan.
Kata kunci: Tax Avoidance, Tunneling Incentive, Financial Distress, Kepemilikan Manajerial.
Tidak tersedia versi lain