Text
SKRIPSI IMPLEMENTASI TEORI ENVIRONMENTAL KUZNETS CURVE (EKC) TERHADAP EMISI CO2 PADA NEGARA BERPENDAPATAN TINGGI DAN MENENGAH KE BAWAH DI ASIA
ABSTRAK
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Produk Domestik Bruto (PDB), kuadrat PDB (PDB²), jumlah penduduk, konsumsi energi terbarukan, dan keterbukaan ekonomi terhadap emisi karbon dioksida (CO₂) di negara-negara Asia yang diklasifikasikan ke dalam dua kelompok, yaitu negara berpendapatan tinggi dan negara berpendapatan menengah ke bawah, serta menguji keberlakuan teori Environmental Kuznets Curve (EKC). Data yang digunakan merupakan data panel sekunder tahunan selama periode 2012–2021. Metode estimasi yang digunakan adalah regresi data panel dengan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) untuk negara berpendapatan tinggi dan Random Effect Model (REM) untuk negara berpendapatan menengah ke bawah, berdasarkan hasil uji Chow, Hausman, dan Lagrange Multiplier. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada negara berpendapatan tinggi, variabel PDB, PDB2 , dan keterbukaan ekonomi tidak berpengaruh signifikan terhadap emisi CO₂, sedangkan jumlah penduduk dan konsumsi energi terbarukan berpengaruh signifikan. Di sisi lain, pada negara berpendapatan menengah ke bawah, variabel PDB, PDB², dan konsumsi energi terbarukan memiliki pengaruh signifikan terhadap emisi CO₂, sementara jumlah penduduk dan keterbukaan ekonomi tidak berpengaruh signifikan. Secara keseluruhan, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa teori EKC tidak sepenuhnya berlaku dalam konteks negara-negara Asia yang dikaji, karena hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan emisi CO₂ tidak membentuk pola kurva U terbalik secara konsisten. Temuan ini mengindikasikan pentingnya peran energi terbarukan sebagai instrumen pengurangan emisi, serta perlunya penyesuaian kebijakan lingkungan yang disesuaikan dengan karakteristik pembangunan ekonomi masingmasing negara.
Kata kunci: Environmental Kuznets Curve, emisi COâ‚‚, PDB, energi terbarukan, keterbukaan ekonomi, regresi panel.
Tidak tersedia versi lain