Text
SKRIPSI PENGARUH PENAMBAHAN ABU SEKAM PADI TERHADAP STABILITAS TANAH LEMPUNG MENGGUNAKAN UJI KUAT GESER TANAH (DIRECT SHEAR TEST) DI DUSUN KRAJAN, DESA KALIREJO, KECAMATAN SALAMAN, KABUPATEN MAGELANG
Tanah lempung merupakan tanah berbutir halus bersifat ekspansif yang mengembang saat basah dan menyusut saat kering sehingga mempengaruhi kestabilan konstruksi. Abu sekam padi dipilih sebagai bahan stabilisasi karena mengandung silika dan bersifat pozzolan yang dapat meningkatkan daya ikat antar partikel tanah. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh penambahan abu sekam padi terhadap stabilitas tanah lempung melalui uji kuat geser langsung. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan lima variasi benda uji, yaitu tanah yang di campur dengan 0%, 6%, 12%, 18%, dan 24 % abu sekam padi dari 100% tanah asli. Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian kadar air, berat jenis tanah, batas cair, batas plastis, dan uji kuat geser langsung (direct shear test) sesuai dengan SNI 3420:2016. Hasil penelitian menunjukkan tanah dengan penambahan abu sekam padi 0%; 6%; 12%; 18%; dan 24% menghasilkan nilai kuat geser sebesar 22,034 kPa; 11,929 kPa; 21,554 kPa; 23,412 kPa; dan 26,813 kPa. Hal ini menunjukkan bahwa persentase 24% merupakan nilai tertinggi yang dapat digunakan untuk peningkatan kuat geser tanah. Berdasarkan hasil uji ANOVA, penambahan abu sekam padi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap stabilitas tanah lempung yang ditinjau dari perbedaan nilai kohesi dan kuat gesernya.
Tidak tersedia versi lain