Text
SKRIPSI PENGEMBANGAN MODUL IPA SMP TEMA “SISTEM PEREDARAN DARAH†BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN READING, IDENTIFICATION, ANALYSIS, SELF REFLECTION (RIAS) UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS SISWA
Pendidikan yang ada di Indonesia sangat penting memperbaharui dan mengubah kurikulum guna mencapai tujuan pendidikan yang diinginkan. Kurikulum yang dikembangkan pun juga harus mencakup berbagai aspek seperti kemampuan berpikir, kemampuan belajar, rasa ingin tahu, aplikatif serta dapat mengembangkan rasa peduli terhadap lingkungan sekitar. Seorang pendidik diharapkan dapat menciptakan suatu bahan ajar seperti modul yang isinya dapat memusatkan kegiatan belajar kepada peserta didik serta dapat menarik antusias atau motivasi belajar siswa. Suatu pembelajaran yang berbasis literasi sains harus dapat melibatkan penguasaan berpikir dan cara berpikir saintifik dari siswa agar dapat mengenal berbagai isu sosial yang ada di lingkungan sekitar. Kemampuan literasi sains siswa Indonesia masih berada dibawah rata-rata internasional. Tantangan utamanya berupa keterbatasan fasilitas, minat siswa yang rendah, serta disparitas sosial ekonomi. Upaya untuk meningkatkan literasi sains siswa yaitu mencakup pada peningkatan kualitas guru dan sarana pembelajaran yang lebih modern dan memadai.
Model pembelajaran RIAS ialah model pembelajaran dimana tahap utamanya yaitu Reading, Identification, Analysis dan Self Reflection yang dikembangkan dengan prinsip teori belajar kontruktivisme untuk mewujudkan siswa yang mandiri. Pengembangan modul pembelajaran terintegrasi RIAS ini dapat diaplikasikan untuk meningkatkan literasi sains siswa. Dengan modul bertemakan “Peredaran Darah†yang memuat materi pembelajaran berkaitan dengan sistem peredaran darah manusia dengan pengembangan berbasis model pembelajaran RIAS diharapkan dapat memacu literasi sains siswa. Penelitian ini dilakukan dengan cara mengembangkan modul pembelajaran IPA yang diintegrasikan dengan model pembelajaran RIAS. Pengembangan modul bertujuan untuk mengembangkan bahan ajar yang dapat mendorong kemampuan literasi sains dari peserta didik agar lebih meningkat. Selain itu, pengembangan modul ini bertujuan untuk menganalisis kevalidan modul IPA SMP tema “Sistem Peredaran Darah†berbasis model pembelajaran RIAS yang dikembangkan berdasarkan penilaian ahli media dan ahli materi. Metode pengembangan produk yang digunakan yaitu R&D (Research and Development). Model pengembangan ini mengacu pada model yang dikembangkan oleh Borg dan Gall, namun penelitian ini hanya terbatas melakukan pengembangan sampai pada tahap validasi ahli. Hal tersebut dikarenakan keterbatasan waktu, biaya serta tenaga yang digunakan dalam penelitian tersebut.
Dalam uji validitas modul menggunakan 5 validator yaitu 2 dosen IPA dan 3 guru IPA SMP memperoleh kriteria valid. Penilaian hasil uji validitas dari 5 validator ahli diperoleh skor rata-rata kevalidan yaitu sebesar 4,2 dari aspek materi, penggunaan bahasa, dan tampilan. Untuk menguji kepraktisan modul ini, peneliti menggunakan 5 praktisi yaitu pengajar atau guru SMP/MTs sederajat. Dalam uji kepraktisan diperoleh skor rata-rata yaitu 4,23 dan persentase sebesar 84% dari aspek isi modul, aspel tampilan dan aspek kebemanfaatan yang masuk dalam kategori sangat praktis.
Kesimpulan dari pengembangan modul IPA SMP Tema “Sistem Peredaran Darah†Berbasis RIAS ini valid dan praktis dalam meningkatkan literasi sains siswa. Modul pembelajaran ini memiliki kevalidan tinggi dan dianggap praktis oleh guru. Perbaikan berdasarkan dari saran ahli dapat membuat modul lebih berkualitas serta siap untuk digunakan dalam pembelajaran di sekolah.
Tidak tersedia versi lain