Text
PAPER PENYAKIT KAYU MANIS (Cinnamomum burmani) DAN PENGENDALIANNYA
Tanaman kayu manis berasal dari Srilangka, di pulau Ceylon. Tahun 1825 Cinnamon ceylon (C.zeylanicum) didatangkan di pulau Jawa, kemudian menyebar luas di India Selatan, Madagaskar Hingga Brazil. Tanaman kayu manis termasuk famili Lauraceae yang terdiri dari 47 marga dan lebih dari 1900 species yang berbentuk pohon-pohonan dan semak-semak. Tanaman kayu manis merupakan tanaman tahunan. Kulit batang hingga cabang dan rantingnya mengandung minyak atsiri.
Kayu manis dapat tumbuh di tempat dengan ketinggian 500-1500m dari permukaan laut. Di bawah itu kualitas kulitnya tipis dan kadar minyak kanelnya rendah. Kayu manis cocok ditanam di daerah yang lembab dengan curah hujan yang merata sepanjang tahun dengan kadar antara 2000-2500mm per tahun. Tanah yang masih banyak mengandung humus dan remah berpasir.
Kanker kayu manis adalah penyakit yang paling berbahaya bagi Cinnamomum burmani. Di kebun-kebun tertentu di Kabupaten Agam dan Tanah Datar (Sumatra Barat), tanaman yang sakit mencapai 75 persen. Gejala yang tampak adalah terjadinya jalur agak mengendap pada batang dengan lebar 1-5cm. Pada penyakit ini kulit batang yang berwarna putih kelabu tidak berubah warnanya. Di tempat-tempat tertentu kulit dalam yang busuk mengeluarkan cairan berwarna merah yang menyebabkan permukaan kulit berwarna seperti karat. Penyakit kayu manis disebabkan oleh Phytoptora cinnamomi. Jamur mempunyai sporangium (konidium) berbentuk telur dengan papil yang tidak jelas. Perkembangan dari penyakit ini sangat dibantu oleh kelembaban. Oleh karena itu, penyakit ini banyak terdapat didaerah yang basah, yang mempuyai masa kering yang pendek. Penyakit ini juga banyak terdapat di kebun-kebun yang gelap karena penanaman yang terlalu rapat, pemangkasan terlambat, atau gulma yang terlalu lebat.
Jamur Upas (Upasia salmonicolor) banyak terdapat pada C.burmani di daerah Agam (Sumatra Barat) dan lereng gunung Merbabu (Jawa Tengah). Tanaman kayu manis yang terserang penyakit jamur Upas mula-mula membentuk miselium putih mengkilap seperti perak atau sarang laba-laba. Jamur terus akan berkembang dan akan membentuk bintik-bintik merah di bagian yang agak kering. Bintik-bintik merah di bagian yang agak kering. Bintik-bintik merah ini adalah sporadokium jamur yang membentuk spora yang lain, yaitu konidium.
Penyakit Karat Daun (Aecidium cinnamomi) dapat timbul pada Cinnamomum burmani dan C.zeylanicum di daerah Sukabumi. Penyakit ini menyerang tanaman yang masih muda, baik pada daun maupun ranting. Letak kebun yang semakin tinggi dapat menyebabkan penyakit menjadi semakin berkembang. Suhu sangat menentukan perkembangan penyakit itu karena pada umumnya jamur-jamur yang membentuk bengkakan menyukai suhu dingin yang tinggi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain