Text
PAPER HIDROMELIORASI PADA TANAMAN PADI (Oryza sativa)
RINGKASAN
Padi termasuk golongan tanaman gramineae atau rumput-rumputan yang di budidayakan orang semenjak dulu. Bentuk batangnya bulat berongga serta beruas-ruas dan tingginya antara 1,0 hingga 1,5 meter. Daunnya pipih memanjang seperti pita dan langsung menempel pada buku-buku batang.
Didalam tanah dari tiap-tiap buku ini akan tumbuh tunas yang dapat membentuk batang atau anakan padi. Anakan padi ini dapat pula beranak, sehingga lama kelamaan akan tumbuh menjadi rumpun padi.
Apabila telah sampai pada umurnya, dari tiap-tiap batang akan keluar bunga yang berbentuk bunga majemuk dan biasanya disebut bulir atau malai. Pada tiap-tiap bunga padi di jumpai 2 helai sekam kelopak dan 2 helai sekam mahkota. Yang biasa disebut kulit biji padi semula adalah sekam mahkota. Pada beberapa jenis padi salah satu sekam mahkota yang besar mempunyai ekor atau bulu, sehingga disebut orang padi bulu.
Pada sebutir padi biasanya berisi sebuah biji yang disebut beras, Biji ini mempunyai selaput yang mengandung zat warna yang pada umumnya untuk tiap-tiap jenis padi tidaklah sama. Zat warna tersebut ada yang merah, merah tua atau merah hitam dan apabila berasnya dimasak, zat-zat warna tersebut akan meresap kebagian yang lebih dalam sehingga nasinya akan berwarna sesuai dengan warna selaputnya.
Dalam bentuk aslinya tanaman padi adalah tanaman kering, tetapi sekarang sudah berubah menjadi tanaman basah atau sawah, Semua ini adalah berkat adanya kemajuan dalam kultur teknik bercocok tanam. Pada penanaman padi secara kering atau gogo akan banyak dijumpai kesulitan-kesulitan teknis, terutama dalam hal penanggulangan herba atau rumput-rumputan. Disamping itu penanaman padi secara kering juga akan menjumpai kesulitan-kesulitan mengenai penjagaan kesuburan tanahnya.
Sedang untuk tanaman padi yang ditanam secara basah pertama kali yang dilihat adalah mengenai pengairannya. Pengaturan pengairan bagi pertanian tidak hanya tertuju untuk penyediaan air di daerah-daerah yang kurang mendapatkan curah hujan saja, melainkan juga untuk mengurangi berlimpahnya air hujan di daerah-daerah yang kelebihan air dengan maksud untuk mencegah peluapan-peluapan air dan kerusakan tanah.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain