Text
PAPER PENGENDALIAN HAMA WERENG KAPAS (Emposca devastans) PADA TANAMAN KAPAS (Gossypium sp.)
RINGKASAN
Usaha penanaman dan perkembangan tanaman kapas di Indonesia, sudah semenjak permulaan abad ke-19. Namun hasil yang dicapai belum dapat memenuhi kebutuhan bahan sandang yang dirasakan meningkat.
Pada waktu sekarang ini pemerintah menganjurkan agar petani kapas memperluaskan areal tanam dengan melalui program Intensifikasi Kapas Rakyat atau IKR. Karena sekitar 98% kebutuhan kapas Indonesia masih tergantung pada kapas impor. Rendahnya produksi serat kapas selain disebabkan oleh iklim juga karena serangan hama. Akibatnya biaya proteksi dapat mencapai 60% dari biaya produksi. Untuk keberhasilan pengusahaan kapas, penting sekali mengetahui persyaratan tumbuhnya. Karena dari pengalaman diketahui bahwa kegagalan perkebunan kapas disebabkan oleh keadaan lingkungan, selain itu juga disebabkan oleh karena serangan hama. Salah satu hama penting pada tanaman kapas yaitu wereng kapas.
Wereng kapas menyerang tanaman kapas mulai dari pembibitan sampai panen, sehingga akibatnya bisa fatal. Bila serangan berat terjadi pada tanaman umur 10 hari atau kurang dan tidak ada usaha pengendalian, maka kerugiannya bisa mencapai 100%.
Untuk menanggulangi kerugian tersebut dilakukan usaha-usaha untuk mengendalikannya, yaitu:
1. Secara preventif
- Dengan menanam varietas yang tahan terhadap serangan wereng kapas.
- Sanitasi
- Pergiliran tanaman
- Pemupukan
2. Kuratif
a. Secara bercocok tanam
- Pengolahan tanah
- Penjarangan tanaman
b. Secara mekanis
- Dengan mengumpulkan hama di lapang dengan tangan atau secara tidak langsung menggunakan perangkap serangga. Serangga yang terkumpul kemudian dibunuh.
- Penggunaan perekat serangga.
c. Secara fisis
d. Secara biologi
- Menggunakan musuh alami
- Teknik jantan mandul
e. Secara kimia
- Folidol serbuk dengan dosis 200-400 gram per hektar
- Metasystox dengan dosis 300-600 gram per hektar
- Gusathion dengan dosis 250-500 gram per hektar
f. Secara terpadu.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain