Text
SKRIPSI PENGARUH TRIACONTANOL DAN BERAT BIBIT TERHADAP PRODUKSI BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.)
Penelitian berjudul Pengaruh Triacontanol dan Berat Bibit Terhadap Produksi Bawang Merah (Allium ascalonioum, L) dilakukan didesa Sumborrejo, Kecamatan Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah dimulai pada bulan Mei sampai dengan bulan Juli 1987. Jenis tanah Regosol, ketinggian 343 m diatas permukaan laut. Type iklim termasuk agak basah atau type C (menurut Schmidt dan Ferguson).
Metode penelitian yang digunakan ialah 3 x 3 faktorial dengan pola dasar Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Jumlah kombinasi perlakuan sembilan, masing-masing diulang tiga kali. Adapun faktor perlakuannya adalah:
Faktor I: Cara Penggunaan Triacontanol (C) terdiri dari tiga tingkat,
C1: Bibit direndam sehari sebelum tanam
C2: Tanaman disemprot pada umur 14, 30 dan 45 hari setelah tanam
C3: Bibit direndam sehari sebelum tanam lalu disemprot pada umur 14, 30 dan 45 hari setelah tanam.
Faktor II: Berat bibit (B) terdiri dari tiga tingkat,
B1: Berat bibit 5 &
B2: Berat bibit 7,5 g
B3: Berat bibit 10 g.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga cara penggunaan Triacontanol tidak memberikan pengaruh nyata
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain