Text
PAPER PERBANYAKAN DENGAN KULTUR JARINGAN PADA TANAMAN JAHE (Zingiber officinale, Rosh)
RINGKASAN
Tanaman jahe merupakan komoditi penting dari famili Zingiberaceae, selain sebagai bumbu masak, pemberi rasa dan aroma pada makanan dan minuman juga untuk bahan baku obat dan kosmetik. Sebagai bahan obat-obatan tradisional rimpang jahe dapat digunakan untuk menyembuhkan beberapa penyakit. Seperti kepala pusing, encok, masuk angin, kolera dan lain-lain.
Tanaman jahe merupakan tanaman tahunan, berbatang semu, berdiri tegak, warna batang hijau, pangkal batang putih sampai kemerahan, bentuk batang silindris dan halus.
Daerah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jahe pada suhu antara 21-35 derajat celsius. Iklim yang cocok untuk pertumbuhan tanaman jahe panas sampai sedang dengan kelembaban yang tinggi. Iklim di daerah pertanaman jahe di Indonesia umumnya tipe A, B dan C menurut Schmidt Ferguson dengan curah hujan rata-rata 2400-4000 mm pertahun.
Tanaman jahe dapat ditanam hampir pada setiap jenis tanah dengan persyaratan utamanya tanah harus gembur dan banyak humus serta tidak sering tergenang. Jenis tanah yang cocok yaitu tanah andosol, latosol merah coklat, terutama pada lahan hutan perawan yang baru dibuka di daerah bergelombang, lereng dan kaki bukit sampai agak datar.
Nilai tanaman jahe terletak pada rimpangnya yang mengandung minyak atsiri 0,8-3,3 persen dan oleoresia 3 persen. Selain itu ada zat yang terkandung di dalam rimpangnya, antara lain vitamin A dan B, lemak, protein, pati, damar, serta
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain