Text
SKRIPSI STUDI SISTEM INTERROGATOR RECEIVER ANTARA SECONDARY SURVEILLANCE RADAR KONVENSIONAL DAN MONOPULSE PADA RADAR
INTISARI
Radar merupakan suatu peralatan untuk mendeteksi dan mengetahui posisi suatu target yang ada disekelilingnya. Salah satu jenis radar adalah Primary Surveillance Radar (PSR) merupakan radar pasif, dimana target berupa pesawat tidak ikut aktif, jika terkena pancaran sinyal RF radar primer. Pancaran dipantulkan badan pesawat dan diterima kembali oleh sistem penerima radar, sehingga perlu daya pancaran yang besar yaitu 500 kW.
Radar primer kurang dapat memenuhi informasi yang diinginkan dari stasiun radar. Sistem radar terus dikembangkan, tidak hanya memproses sinyal pantulan, tetapi dibuat agar terjadi dialog antara stasiun radar dengan pesawat. Dengan sistem ini radar menjadi aktif dan diharapkan dapat memenuhi informasi yang diinginkan, seperti ketinggian pesawat, pengenalan identitas pesawat, mengetahui adanya pembajakan dan sebagainya, maka dibuatlah sistim pemantau Secondary Surveillance Radar (SSR) informasi yang diperoleh lebih akurat dan lengkap.
Bertambahnya pesawat udara dan ferkuensi penerbangan, maka sesuai dengan perkembangan teknologi SSR diciptakan SSR monopulse. SSR monopulse dapat mengatasi kekurangan yang terdapat pada SSR konvensional, dalam menentukan posisi target SSR monopulse dapat lebih akurat, juga presentasi kesalahan pendeteksian pesawat akibat kendala-kendala dapat dikurangi.
Perbedaan dari SSR monopulse dengan SSR konvensional adalah pada proses sinyal jawaban (reply). Dalam sistem SSR monopulse digunakan teknik monopulse untuk meningkatkan tingkat akurasi dalam pengukuran sudut dan target yakni dengan hanya satu sinyal reply sudah dapat ditentukan sudut dari pesawat. Sehingga jumlah rata-rata interogasi SSR monopulse akan lebih kecil.
Apabila jumlah rata-rata interogasi SSR monopulse kecil, maka PRF juga rendah. Sehingga jangkauan dari SSR monopulse lebih jauh dibandingkan dengan SSR konvensional. Untuk SSR dipasang bersamaan dengan PSR maka besarnya PRF SSR biasa adalah kurang lebih separuhnya besar PRF PSR. Bila PRF PSR adalah 750 Hz maka PRF SSR adalah 300-325 Hz.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain