Text
SKRIPSI STUDI KESEIMBANGAN PEMANFAATAN AIR WADUK WADASLINTANG JAWA TENGAH
ABSTRAK
Latar Belakang:
Penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi berbagai masalah yang berkaitan dengan ketersediaan dan pemanfaatan air Waduk dalam rangka melestarikan sumber daya air yang ada, agar tetap terjaminnya pemenuhan kebutuhan air bagi masyarakat untuk berbagai kebutuhan dimasa yang akan datang secara optimal dan efisien.
Maksud Penelitian:
Air hujan yang terkumpul di dalam penampung diukur dengan gelas pengukur. Misalnya volume air hujan yang terkumpul di dalam penampung selama 24 jam sebesar V liter. maka tinggi hujan dapat dihitung dengan rumus sebagai berikut:
d sama dengan V dibagi A (dijadikan mm)
Dengan:
d adalah tinggi curah hujan (mm per hari)
V adalah volume hujan (liter per hari)
A adalah luas penampang tampungan
Sedang untuk mengetahui kebutuhan air irigasi dihitung berdasarkan satuan kebutuhan air untuk daerah inigasi Wadaslintang, dan untuk air minum dari data-data yang ada di statistik dan Bappeda Kebumen.
Hasil penelitian menunjukkan :
a. Kebutuhan air untuk irigasi untuk 1 tahun adalah 695 juta meter kibik.
b. Kebutuhan untuk air minum dan rumah tangga adalah 64,8 juta meter kibik.
c. Volume penguapan dan rembesan sama dengan 10,3 juta meter persegi.
Kesimpulan
a) Ketersediaan air pada waduk Wadaslintang dapat mencukupi untuk mengairi areal irigasi seluas 31.082Ha untuk tiga musim tanam yaitu padi-padi-palowijo.
b) Apabila dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum dan rumah tangga khususnya penduduk Kabupaten Kebumen dan Purworejo dapat mencukupi.
c) Untuk kebutuhan air P.L.T.A tetap menyesuaikan kebutuhan air irigasi, dan tidak berpengaruh pada aliran listrik yang ada di Kabupaten Kebumen dan Purworejo, karena P.L.T.A. di Waduk Wadaslintang hanya bersifat mensuplai daya.
d) Inflow air waduk rata-rata 43 juta meter kibik per bulan.
Saran:
Sisa air yang ada di waduk akan lebih baik apabila digunakan untuk air minum.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain