Text
SKRIPSI PERAN TIGA TOKOH WANITA DALAM CERITA RAMAYANA YANG DITULIS KEMBALI OLEH SUNARDI DM DAN PENGAJARANNYA DI SMA
Nur Hidayah, 001-02-686 Skripsi dengan judul Peran Tiga Tokoh Wanita dalam Cerita Ramayana yang Ditulis Kembali Oleh Sunardi DM.
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kenyataan hahwa pergaulan siswa SMA schagai remaja mengalami kebebasan, dan kurang dilandasi oleh kesetiaan dan kemurnian diri. Masalahnya adalah peran apa sajakah yang dilakukan oleh tiga tokoh wanita Sinta, Trijata dan Sarpakenaka. Tujuan penelitian mendiskripsikan peran tiga tokoh wanita dalam cerita Ramayana yang ditulis kembali olch Sunardi DM.
Teori yang digunakan adalah teori struktur cerita, teori peran, teori semiotik sastra yang digunakan untuk memecahkan masalah dan mencapai tujuannya. Sumber datanya berwujud buku cerita Ramayana yang ditulis kembali oleh Sunardi DM. Objek penelitiannya berupa peran tiga tokoh wanita dalam cerita Ramayana. Sedangkan datanya berwujud teks yang berisi peran tiga tokoh wanita. Metode penyediaan datanya dengan metode simak dan teknik catat digunakan untuk menyiapkan data. Metode baca Heoristik dan Hermineotik dengan teknik analitik deskriptik teks merupakan metode dan analisisnya.
Hasil penelitian ini berwujud gambaran tentang kesetiaan dan kemurnian hati yang merupakan gambaran peran Sinta, peran keberanian Trijata, dan peran kebohongan Sarpakenaka. Secara rinci peran tiga tokoh wanita tersebut dideskripsikan berikut ini. P'eran Sinta sebagai istri yang setia kepada Ramawijaya untuk membuktikan kesucian dirinya, Sinta berani membakar diri di atas api, peran Sinta sebagai sahabat putri-putri yang senasib, selalu memberi nasehat dan motivasi untuk selalu sabar dan berdoa supaya cepat terbebas dari cengkeraman raja angkara
murka. Peran sebagai kakak Lesmana menunjukkan hubungan akrab antara Dewi Sinta dan Lesmana sehingga membuat kepercayaan Rama kepada adiknya begitu tinggi, diharapkan Lesmana ikut menjaga Sinta, istrinya. Peran Trijata sebagai seorang pemberani menunjukkan bahwa ia dapat melaksanakan pekerjaan dengan penuh keberanian dalam melawan keangkaramurkaan Rahwana uwaknya sendiri. Peran Sarpakenaka dalam cerita Ramayana ini menjalankan peran sebagai seorang putri raksasa yang bersuami dua. Sebagai adik Rahwana, ia mempunyai sifat seperti suka berkata kasar, suka berkata bohong kepada suaminya bahkan tidak segan-segan melakukan kekerasan kepada orang lain yang dianggap bersalah. Dengan demikian nilai-nilai kesetiaan, kejujuran, keberanian, kemurnian hati itu tetap relevan untuk pembentukan kepribadian siswa saat ini. Sikap-sikap tersebut harus selalu ditanamkan pada diri siswa dalam pembelajaran apresiasi cerita fiksi, supaya tingkah laku siswa dalam berinteraksi antar sesama teman dan masyarakat luas selalu didasari penalaran dan logika.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain