Text
SKRIPSI ANALISIS EFEKTIFITAS INFLATION TARGETING FRAMEWORK, INFLASI PERIODE SEBELUMNYA, SUKU BUNGA BANK, DAN JUMLAH UANG BEREDAR TERHADAP INFLASI DI INDONESIA
ABSTRAK
Kerangka inflation targeting diyakini mampu memperkuat efektivitas kebijakan moneter dalam menjaga stabilitas harga dan mengarahkan ekspektasi inflasi. Popularitas inflation targeting framework (ITF) menarik perhatian Bank Indonesia, meskipun penerapannya masih menimbulkan perdebatan. Fakta meningkatnya inflasi pada 2021 dibandingkan tahun sebelumnya menunjukkan bahwa kestabilan harga belum sepenuhnya tercapai, sementara inflasi dan suku bunga yang tinggi cenderung diikuti perlambatan pertumbuhan ekonomi. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh ITF, inflasi periode sebelumnya (IPS), suku bunga bank (SB), dan jumlah uang beredar (JUB) terhadap inflasi di Indonesia, baik secara parsial maupun simultan. Penelitian ini menggunakan metode regresi linear berganda dengan data time series periode 1992–2024 yang diolah menggunakan Microsoft Excel dan EViews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IPS, SB, berpengaruh positif signifikan terhadap inflasi, JUB berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap inflasi, sedangkan ITF berpengaruh negatif namun tidak signifikan. Secara simultan, keempat variabel berpengaruh signifikan terhadap inflasi dengan nilai koefisien determinasi yang tinggi, sehingga model dinilai layak untuk menjelaskan dinamika inflasi di Indonesia. Temuan ini menunjukkan bahwa ekspektasi inflasi dan faktor moneter domestik tetap menjadi penentu utama, sedangkan efektivitas ITF masih terbatas dalam meredam tekanan inflasi. Hasil penelitian diharapkan menjadi pertimbangan bagi perumusan kebijakan moneter yang lebih tepat sasaran, transparan, dan berkelanjutan guna menjaga stabilitas ekonomi makro Indonesia dalam jangka panjang.
Kata kunci: Inflasi, Inflation Targeting Framework, Inflasi Periode Sebelumnya, BI Rate, Jumlah Uang Beredar.
Tidak tersedia versi lain