Text
SKRIPSI ANALISIS VARIASI DURASI RENDAMAN AIR LAUT TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN COLD PAVING HOT-MIX ASBUTON (CPHMA) AC-WC DENGAN PENAMBAHAN ASPAL PENETRASI 60/70
Kota Semarang, khususnya kawasan pesisir seperti Tambaklorok, Genuk,
Kaligawe, dan Terboyo, menjadi contoh nyata dampak buruk banjir rob terhadap
infrastruktur jalan yang tentunya dapat mempercepat kerusakan perkerasan jalan.
Penelitian ini menganalisis pengaruh variasi durasi rendaman air laut terhadap
karakteristik Marshall pada campuran Cold Paving Hot-Mix Asbuton (CPHMA)
tipe AC-WC dengan penambahan aspal penetrasi 60/70. Keuntungan dari
penggunaan asbuton ini adalah memiliki nilai adhesi yang lebih tinggi dan lebih
tahan terhadap perubahan suhu, jadi asbuton dapat meningkatkan stabilitas pada air.
Metode penelitian dilakukan dengan membuat benda uji CPHMA AC-WC
yang kemudian direndam dalam air laut dengan variasi durasi 0, 6, 12, 18, 24, dan
48 jam. Pengujian karakteristik Marshall dilakukan sesuai dengan SNI 06-2489
1991 untuk mengetahui parameter volumetrik (VIM, VMA, dan VFB) serta non
volumetrik (stabilitas, flow, dan MQ). Data hasil pengujian kemudian dianalisis
dengan membandingkan hasil terhadap Spesifikasi Umum Bina Marga 2018.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin lama campuran terendam air laut,
nilai stabilitas, VIM, dan VMA mengalami penurunan, sedangkan flow dan VFB
cenderung meningkat. Pada kondisi tanpa rendaman, stabilitas rata-rata mencapai
1221,53 kg dan flow 4,53 mm, sedangkan setelah 48 jam stabilitas turun menjadi
677,96 kg dan flow meningkat menjadi 7 mm. Nilai IKS turun dari 82,36% pada
durasi rendaman 6 jam menjadi 55,45% pada durasi rendaman 48 jam. Durasi
rendaman optimum berdasarkan parameter IKS adalah 15,73 jam atau 15 jam 43
menit 48 detik sesuai dengan spesifikasi umum Bina Marga 2018 yaitu mnimal 70%.
Tidak tersedia versi lain