Text
SKRIPSI FENOMENA LIKUIDITAS PADA SEKTOR PERBANKAN INDONESIA DAN MALAYSIA TAHUN 2014 – 2023
ABSTRAK
Likuiditas merupakan kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Ketidakpastian ekonomi global, pandemi Covid-19, serta fluktuasi moneter yang memengaruhi stabilitas keuangan kedua negara. Masalah penelitian difokuskan pada adanya perbedaan kondisi likuiditas perbankan Indonesia dan Malaysia yang belum banyak dikaji secara komparatif. Tujuan penelitian ini adalah memberikan bukti empiris mengenai kinerja likuiditas perbankan di kedua negara dengan menggunakan rasio lancar (CR). Objek penelitian mencakup 47 perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dan Bursa Malaysia dengan total 470 observasi selama 10 tahun. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan analisis deskriptif. Data diperoleh dari laporan keuangan tahunan perusahaan, kemudian diolah menggunakan Microsoft Excel dan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata likuiditas perbankan Indonesia berada pada level 163,09%, di bawah standar industri 200%, meskipun sempat meningkat signifikan pada 2020–2021. Sementara itu, perbankan Malaysia menunjukkan ratarata Current Ratio sebesar 111,18%, konsisten jauh di bawah standar industri. Hal ini menandakan bahwa likuiditas perbankan Indonesia relatif lebih baik dibandingkan Malaysia, walaupun keduanya masih menghadapi tantangan stabilitas. Disimpulkan sektor perbankan Indonesia lebih mampu mengirimkan sinyal positif mengenai pengelolaan kewajiban jangka pendek dibandingkan Malaysia. Temuan ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi investor dan regulator dalam menilai kesehatan finansial perbankan.
Kata Kunci: Likuiditas, Perbankan, Current Ratio, Indonesia, Malaysia
Tidak tersedia versi lain