Text
PAPER PENGENDALIAN PENYAKIT JAMUR EMBUN (Pseudoperonospora cubensis Berk. et Curt) PADA TANAMAN MENTIMUN
Kandungan gizi dari buah mentimun tidak terlalu tinggi, namun ia mengandung vitamin dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh setiap hari. Di Indonesia tanaman mentimun dapat diusahakan di tanah dataran rendah dan dataran tinggi antara 0 sampai 1000 meter di atas permukaan laut yang beriklim panas, yang dianggap baik pertumbuhannya.
Semua jenis tanaman termasuk mentimun dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik, apabila diperhatikan syarat tumbuh yang meliputi keadaan tanah, dan iklim cahaya matahari, curah hujan, suhu dan kelembaban, serta angin. Usaha peningkatan dan stabilitas produksi sayuran terutama mentimun sering mengalami hambatan antara lain karena gangguan serangan penyakit busuk daun Downy Mildew, yang disebut embun bulu, yang mempunyai ciri ciri morfologis sebagai berikut penyakit busuk daun disebabkan oleh jamur Pseudoperonospora cubensis yang mempunyai miselium tidak bersekat, interseluler, dengan alat pengisap haustorium kecil, jorong, kadang kadang mempunyai cabang seperti jari. Jamur ini mempunyai daur penyakit dengan mempertahankan diri dari musim ke musim pada tanaman labu labuan yang masih hidup sebagai saprofit.
Penyakit busuk daun atau jamur embun Downy Mildew akibat Pseudoperonospora cubensis mempunyai gejala pada permukaan daun terdapat becak becak kuning, sering agak bersudut karena terbatas oleh tulang tulang daun. Pada kondisi kelembaban yang cocok, jamur ini tumbuh seperti bulu putih keabu abuan, yang terdiri dari tangkai spora atau spora. Penyakit tersebut akan berkembang dengan baik apabila didukung oleh faktor faktor kelembaban dan curah hujan, suhu serta angin.
Akibat dari serangan penyakit busuk daun ini, produksi menurun baik kwalitas maupun kwantitas, sehingga perlu adanya suatu upaya pengendalian terhadap serangan penyebab penyakit tersebut. Pengendalian yang dilakukan meliputi tindakan preventif dan kuratif. Tindakan preventif meliputi pengendalian secara kultur teknis sanitasi dan pemupukan dan penggunaan varietas yang resisten. Tindakan kuratif meliputi eradikasi dan pengendalian secara kimiawi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain