Text
PAPER PENGENDALIAN PENYAKIT MATI PUCUK ( Phytophthora porri ) PADA TANAMAN BAWANG MERAH ( Allium cepa var. ascalonicum L. )
Bawang merah merupakan salah satu sayuran yang hanya digunakan sebagai bumbu dapur untuk melanjutkan makanan, sehingga lebih di kenal dengan sayuran rempah. Tanaman bawang merah merupakan tanaman dataran rendah dengan ketinggian 10 sampai 250 dari permukaan laut, dengan keadaan tanah yang subur, gembur dan strukturnya remah serta banyak mengandung bahan organik yang cukup banyak. Bawang merah menghendaki daerah yang terbuka, penyinaran kurang lebih 70 persesn, pH 5,5 sampai 6,5, sedang suhu yang di butuhkan 25 derajat celcius 32 derajat celcius. Tanaman ini banyak di usahakan petani karena pemasarannya mudah, tetapi dalam pembudidayaannya sering kali diserang penyakit yang dapat menurunkan hasil baik kualitas maupun kuantitas.
Salah satu penyakit yang menyerang bawang merah yaitu penyakit mati pucuk Phytophthora porri. Penyakit mati pucuk ini dapat menurunkan hasil sebesar 40 persen, kerugian paling besar bisa terjadi jika penyakit menyerang tanaman sebelum sempat berumbi. Mula mula di tandai dengan adanya bitnik bintik kuning pada ujung ujung daun, kemudian serangan menyebar ke bawah, ke seluruh bagian daun, daun menjadi kuning ujungnya, warna menjadi putih dan akhirnya mengering kemudian mati dengan daun melilit seperti dipilin. Kerusakan akan lebih hebat jika lahan lembab.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain