Text
PAPER SAMBUNG PUCUK ( MINIGRAFTING ) PADA TANAMAN BELIMBING ( Averrhoa carambola L )
Tanaman belimbing adalah nama melayu untuk jenis tanaman buah keluarga oxalidaceae, marga averrhoa. Tanaman belimbing mempunyai dua jenis yaitu belimbung manis Averrhoa carambola dan belimbing asam Averrhoa bilibi atau disebut juga belimbing wuluh. Belimbing merupakan tanaman asli Indonesia.
Tanaman dan Malaisia kemudian berkembang ke Negara lainnya, dapat tumbuh dari dataran rendah sampai dataran tinggi. Menghendaki tanah dengan kandungan unsur hara yang seimbang, ph tanah antara 5,5 sampai 7,5, menghendaki curah hujan yang merata sepanjang tahun, menghendaki sinar matahari langsung dan tumbuh baik pada suhu 27 derajat sampai 30 derajat celcius.
Vitamin Buah belimbing banyak mengandung vitamin A, C dan mineral yang sangat berguna bagi manusia, selain itu belimbing akhir akhir ini merupakan komoditi export, sehingga peluang bagi penangkar bibit dan petani yang ingin mengembangkannya.
Tanaman belimbing akan lama berbuah bila diperbanyak dengan biji, dari segi ekonomis kurang menguntungkan. Sehingga timbul alternatif untuk memperbanyak tanaman belimbing dengan cara vegetatif yaitu dengan sambung pucuk minigrafting. Cara penyambungannya ada dua macam yaitu Sambung baji (wedge graft) dan Sambung baji terbalik (interved wedge graft)
Perbedaan cara tersebut adalah bahwa cara sambung baji batang bawah yang dibuat celah kemudian batang atas dimasukkan, sedang sambung baji terbalik yang dibuat celah adalah batang atas kemudian batang bawah dimasukkan. Perlakuan selanjutnya sama.
Ternyata dengan perbanyakan minigrafting banyak keuntungan yang diperoleh, diantaranya adalah mempercepat berbuahnya tanaman, memperbaiki jenis jenis tanaman, dalam waktu yang singkat dapat tersedia bibit sambungan dan sifat tanaman sama dengan induknya.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain