Text
PAPER PENGENDALIAN PENYAKIT BERCAK DAUN PADA TANAMAN JAHE ( Zingiber officinale Rosc )
Jahe merupakan tanaman tahunan, berbatang semu, berdiri tegak dan tingginya berkisar antara 0,3 sampai 0,75 meter. Tanaman ini dapat di tanam di pekarangan, ladang, tegalan dan sawah. Nilai tanaman ini terletak pada rimpangnya. Rimpang jahe mengandung 0,8 sampai 0,33 persen minyak atsiri dan lebih kurang 3 persen oleoresin.
Berdasarkan atas aroma, warna, bentuk tanaman, besarnya rimpang, tanaman jahe dapat dibedakan menjadi tiga jenis yaitu jahe putih besar, jahe putih kecil dan jahe merah. Di Indonesia umumnya tanaman jahe ditanam pada ketinggian antara 200 sampai 600 meter di atas permukaan laut, dengan curah hujan rata rata 2500 sampai 4000 mm per tahun. Suhu yang diperlukan tiap tahunnya antara 21 derajat celcius sampai 35 derajat celcius dan iklim yang dikehendaki yaitu panas sampai sedang dengan kelembaban tinggi.
Jahe dapat ditanam pada semua jenis tanah yang gembur dan banyak humus serta tidak sering tergenang, dengan kata lain drainase lebih baik. Jenis tanah yang baik untuk pertumbuhan yaitu tanah latosol dan andosol. Tekstur tanah yang dikehendaki berupa lempung berpasir, liat berpasir, lempung dan liat.
Tanaman jahe dalam proses pertumbuhannya dan perkembangannya sampai tanaman berproduksi, banyak mengalami gangguan penyakit. salah satunya adalah cendawan Phyllosticta zingiberi. Walau penyakit ini kurang mempunyai arti ekonomi dibanding penyakit lainnya, karena serangan terbatas pada daun yang telah tua namun perlu juga usaha pengendalian.
Di dalam tanah bibit yang telah terinfeksi cendawan Phyllosticta zingiberi dapat bertahan hidup dalam jangka waktu 3 sampai 4 tahun, sehingga dapat menjadi sumber inokulum yang berbahaya. Cendawan tumbuh baik pada suhu 20 c sampai 25 с, sedang pada suhu 45 derjat celcius cendawan tidak dapat hidup. Populasi cendawan akan menurun pada kelembaban 90 persen.
Tanaman yang terserang cendawan Phyllosticta zingiberi ditandai dengan adanya bercak-bercak kecil, berukuran 3 sampai 5 mm pada daun. Setelah bercak menjadi berwarna kelabu pada tengahnya terdapat bintik bintik hitam yang terdiri dari badan buah piknidium jamur.
Dalam usaha untuk mengendalikan serangan penyakit bercak daun yang disebabkan oleh cendawan Phyllosticta zingiberi, dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu preventif antara lain dengan jaminan kesehatan bibit jahe, karantina, kultur teknis. Sedang dengan cara curatif yaitu dengan menggunakan fungisida. Fingisida yang dapat digunakan adalah Dithane M 45 setiap awal bulan setelah tanam dengan dosis 0,8 kg per 400 liter air per hektar sekali semprot atau dengan bubur bordeaux dengan konsentrasi 2 persen.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain