Text
PAPER PEMBIBITAN TANAMAN KOPI ROBUSTA (Coffea canephora) SECARA VEGETATIF
Bagi petani, kopi bukan hanya sekedar minuman segar dan berkhasiat, tetapi juga mempunyai arti ekonomi yang cukup penting. Sejak puluhan tahun yang lalu kopi telah menjadi sumber nafkah bagi petani. Tanpa pemeliharaan yang cukup berarti pun, tanaman kopi sudah bisa memberikan hasil yang cukup lumayan untuk menambah penghasilan. Apalagi bila pemeliharaan dan pengolahannya cukup baik, pasti usaha ini mendatangkan keuntungan yang berlipat ganda.
Karena kopi menjadi bahan perdagangan, maka dalam menyukseskan Pelita ini, perkebunan kopi mendapatkan kepercayaan dan tugas berat dari pemerintah untuk menghasil kan kopi sebagai bahan eksport. Sebab dari berbagai penjuru dunia banyak orang yang suka minum kopi, tetapi negaranya tidak menghasilkan kopi, sehingga negara tersebut harus membeli dari negara lain. Maka dewasa ini tanaman kopi lebih banyak ditanam.
Perluasan perkebunan kopi tidak hanya terbatas pada Perusahaan Perkebunan Besar saja, tetapi justru Perkebunan Rakyatlah yang semakin meluas. Daerah-daerah yang rakyatnya banyak menanam kopi yaitu Aceh, Sumatera Selatan/Lampung, Bali dan Sulawesi Selatan. Sedang yang diusahakan oleh Perusahaan Perkebunan Besar yaitu Jawa Timur dan Jawa Tengah, di kedua daerah tersebut hanya mencapai 37% dari total produksi kopi di Indonesia. Dengan demikian yang menghasilkan bahan eksport itu bukan hanya Perkebunan Besar saja, tetapi tanaman rakyat pun menghasilkan bahan eksport.
Kopi Robusta mendominasi perkebunan di Indonesia, karena mempunyai berbagai macam kelebihan. Dengan pembibitan kopi, khususnya kopi Robusta dapat menstabilkan produksi perkebunan-perkebunan kopi di Indonesia, karena kebanyakan perkebunan sekarang dihadapkan pada masalah dengan semakin tuanya tanaman kopi, yang menyebabkan menurunnya produksi pada masa mendatang.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain