Text
PAPER CARA BERCOCOK TANAM BAWANG DAUN (Allium spp.)
Bawang daun (Allium ann.) adalah merupakan satu familli dengan jenis bawang lainnya. Bawang daun terkenal diseluruh daerah suptropis maupun daerah tropis sebagai peyedap masakan dan bagian yang digunakan adalah daun muda serta batang yang putih (umbinya). Bawang daun jenis bawang penyedap yang sudah dikenal rakyat Indonesia di dataran rendah maupun dataran tinggi.
Bentuk dan anatomi bawang daun tidak banyak berbeda dengan bawang lainnya, hanya tidak membentuk umbi. Bawang daun dibagi menjadi 4 macam yaitu 1. Bawang bakung (Allium fia-tulosum L.) 2. Bawang porai (Allium porum L.) 3. Bawang kucai (Allium schoenoprasum L.) 4. Bawang ganda (Allium odo rum L.)
Bawang daun dapat sebagai tanaman tumpang sari, misal dengan kol, seledri, petsay dan sebagainya. Tanah yang diinginkan gembur tidak mudah padat dan banyak mengandung bahan organik. Pemeliharaan yang intensip dapat menghasilkan kualitas dan kuantitas tinggi, sehingga 1 ha kurang lebih 100 kwintal bawang daun. Bawang daun digunakan bukan saja daunnya yang besar, tetapi juga pelepah dan umbinya. Setiap 100 gr mengandung 1,8 gr protein, 1365 IU vitamin A, 0,09 mgr vitamin B dan 37 mgr vitamin C.
Pemungutan hasil bawang daun cepat atau lambat sangat dipengaruhi oleh harga pasaran, dapat diambil basil setelah berumur 2,5 bulan. Pengendalian hama dan penyakit perlu dilakukan pencegahan masuknya gangguan pertumbuhan dan memperhatikan tata cara pemakaian bahan aktif sesuai dengan petinjuk.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain