PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar

Beranda Katalog Koleksi Konten Lokal Tugas Akhir Mahasiswa (Skripsi, Laporan Akhir, LKP) Lantai 2

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of PAPER PENYAKIT ANTHRACNOSE PADA TANAMAN KACANG BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) DAN PENGENDALIANNYA
Penanda Bagikan

Text

PAPER PENYAKIT ANTHRACNOSE PADA TANAMAN KACANG BUNCIS (Phaseolus vulgaris L.) DAN PENGENDALIANNYA

AGUNG NUGROHO - Nama Orang;

Buncis merupakan tanaman yang dikelola berdasarkan pengembangan sumber daya di pekarangan. Buncis merupakan sayuran alternatif karena disamping harganya yang lumayan, juga tahan lama dan tidak cepat rusak seperti sayuran yang lainnya, sehingga bisa menambah pendapatan petani.
Sayuran buncis sangat digemari oleh masyarakat, karena selain rasanya enak juga merupakan sumber protein nabati dan vitamin. setiap 100 gram kacang buncis mengandung protein 2,4 gram, lemak 0,2 gram, karbohidrat 7,9 gram, Ca 65 mili gram, phosfor 44 mili gram, besi 1,1 mili gram, vitamin A 630 SI, vitamin B 0,8 mili gram, vitamin C 19 mili gram, air 83 gram, dan bagian dapat dicerna 90%.
Tanaman buncis bukan tanaman asli Indonesia tetapi dari Meksiko Selatan dan Amerika Tengah yang disebut sebagai tempat asal primer, sedangkan Peru, Equador dan Bolivia merupakan tempat asal sekunder. Tanaman di Indonesia adalah introduksi dari kurang lebih 100 nomor/kul-ivar yang berasal dari Australia, nawai dan Belanda.
Hasil varietas buncis lokal, bisa mencapai 16,8 ton buah muda per hektar dan umumnya tidak tahan terhadap penyakit anthracnose, dibanding varietas buncis tegak yang tahan terhadap penyakit anthracnose dan karat.
Penyakit anthracnose pada tanaman buncis bisa me runkan produksi ningga 30%, karena penyakit tersebut leng-ganggu proses-proses fisiologis.
Kacang buncis (Phaseolus vulgaris L.) merupakan tanaman semusim yang berbentuk perdu. Buahnya pendek kurang lebih 12 cm, lurus atau bengkok dan warnanya hijau muda. Ada dua jenis kacang buncis yaitu jenis membelit atau merambat dan jenis tegak. Tanaman buncis ditanam dengan ketinggian 1000-1500 meter di permukaan laut dan untuk dataran rendah 150-300 meter di atas permukaan laut.


Ketersediaan

Tidak ada salinan data

Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
AGROTEKNOLOGI NUG P 1994
Penerbit
MAGELANG : UNIVERSITAS TIDAR., 1994
Deskripsi Fisik
V;22HAL;29,5CM
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
-
Klasifikasi
630
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
FAKULTAS_FAPERTA
PRODI_S1_AGROTEKNOLOGI
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
  • FULL TEXT
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

PERPUSTAKAAN UNTIDAR Repositori Mahasiswa Untidar
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

As a complete Library Management System, SLiMS (Senayan Library Management System) has many features that will help libraries and librarians to do their job easily and quickly. Follow this link to show some features provided by SLiMS.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?