Text
PAPER PEMELIHARAAN TANAMAN SALAK (Salacca edulis, Reinw)
Tanaman salak berasal dari pulau Jawa. Bertanam salak mempunyai prospek masa depan yang cerah karena permintaan buah salak yang meningkat dan didukung oleh banyaknya industri manisan salak serta permintaan ekspor. Tanaman salak tidak memerlukan lahan khusus. Sistem penanaman salak di daerah produksi salak masih sangat sederhana maka selayaknya petani meningkatkan tehnik budidaya salak dengan menerapkan Sapta Usaha Tani Salak yaitu pemakaian bibit unggul bermutu, pengolahan tanah yang baik, pengaturan air, pemupukan, pencegahan dan pemberantasan hama dan penyakit, penanganan pasca panen serta pemasaran.
Salak merupakan tanaman asli Indonesia dengan nama ilmiah Salacca edulis, termasuk dalam familia palese. Salak merupakan tanaman berumah dua, perakaran salak terdiri dari akar serabut, batang pendek dan hampir tidak kelihatan jelas, daun roset dan bersirip terputus-putus, bunga jantan tersusun seperti gentengserta bertangkai dan berwarna coklat kemerahan, bunga betina tersusun dari 13 bulir dan bertangkai panjang. Buah salak bulat telur terbalik. Tanasan salak dapat tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 900 m di atas permukaan laut pada daerah rata atau berbukit-bukit dengan tanah yang kaya bahan organik, gestur, menyimpan air, tidak tergenang air dan mengandung beberapa unsur hara yang penting serta curah hujan perbulan 200-400 mm dan tananan salak tidak menyukai sinar matahari langsung maka untuk pertumbuhannya tanaman salak membutuhkan pohon pelindung serta suhu rata-rata harian berkisar 20-30°c.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain