Text
SKRIPSI KORELASI PRESTASI BELAJAR BAHASA INDONESIA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA KELAS II SLTP NEGERI KAWEDANAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG TAHUN PELAJARAN 1995/1996
Persoalan pokok dalam penelitian ini adalah korelasi prestasi belajar bahasa Indonesia terhadap prestasi ajar matematika. Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas masih banyak kekurangannya. Baik dari segi guru maupun siswa. Demikian juga kegiatan belajar mengajar matematika. Dengan diberlakukannya Kurikulum 94 tentunya banyak hal yang harus disesuaikan. Hal-hal tersebut yang akan menjadi pusat perhatian dalam penelitian ini.
Tujuan yang hendak dicapai dalam penelitian ini adalah, (1) ingin mengetahui kadar prestasi belajar bahasa Indonesia, (2) ingin mengetahui kadar prestasi belajar matematika, (3) ingin mengetahui keadaan prestasi belajar bahasa Indonesia, (4) ingin mengetahui keadaan prestasi belajar matematika, (5) ingin mengetahui korelasi prestasi belajar bahasa Indonesia terhadap prestasi belajar matematika.
Berkaitan dengan tujuan tersebut diterapkan kerangka teori belajar, yaitu belajar konsep, belajar aturan, dan pemecahan masalah. Diharapkan dengan kerangka teori tersebut dapat dicapai tujuan yang dimaksud.
Beberapa langkah ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut yaitu dengan mengadakan penelitian langsung di lapangan. Setelah diperoleh data lalu dianalisis dengan statistik.
Setelah dilakukan analisis dengan korelasi Product Moment diperoleh koefisien korelasi sebesar 0,51. Setelah dikonsultasikan dengan harga kritik r pada taraf signifikansi 5 persen, atau 0,148 maka harga r lebih besar dari harga kritiknya. Maka dapat disimpulkan bahwa antara variabel X dengan varinbel Y terdapat korelasi. Atau prestasi belajar bahasa Indonesia dengan prestasi belajar matematika tersebut berkorelasi.
Hasil yang diperoleh tersebut bemilai positif terbukti nilai bahasa Indonesia yang tinggi akan diikuti oleh nilai matematika yang tinggi pula atau sebaliknya. Hal tersebut membuktikan bahwa penguasaan bahasa yang baik akan mampu memecahkan persoalan yang ada dalam matematika.
Implikasi dari hasil penelitian tersebut adalah pengajaran bahasa Indonesia hendaklah tidak hanya menekankan masalah kognitif semata tetapi juga penalaran yang lebih mendalam. Hal tersebut sangat tepat bahwa bahasa adalah alat untuk berpikir sedangkan matematika untuk melatih daya pikir.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain