Text
PAPER PENGENDALIAN VIRUS PADA TANAMAN CABE MERAH Capsicum annuum L
Cabe merupakan komoditas penting yang dibutuhkan dalan kehidupan sehari-hari. Produksi cabe selain untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri juga luar negeri (dieksport).
Adanya serangan penyakit vitus pada tanaman cabe dapat mengagalkan penen, sehingga produksi cabe menurun, bahkan dapat mengagalkan panen secara total karena tanaman cabe tidak mampu lagi menghasilkan buah, dimana saluran air pada tanaman diblokir oleh virus tersebut. Untuk menghindari serangan virus pada tanaman cabe, maka didalam paper ini akan dibahas tentang penyakit yang disebabkan oleh virus dan pe-ngendaliannya. Adapun judul paper ini adalah "Pengendalian Virus Pada Tanaman Cabe Merah (Capsicum annuum L)". Dengan adanya paper ini diharapkan pembaca dapat mengetahui cara-cara virus menyerang dan cara pengendaliannya secara tepat dan efisien.
Virus-virus yang menyerang tanaman cabe juga biasa menyerang tanaman famili solanaceae. Seperti mozaik, keriting disebabkan eleh virus. Virus-virus tersebut yang utama antara lain: Virus mozaik ketimun (CMV), Virus A kentang ( (PVA), Virus y kentang (PVY), Virus X kentang (PVX), dan Belang tulang daun cabe. Interaksi spesifik antara virus dan tanaman inang adalah penting untuk perbanyakan virus. Sel tanaman tidak dapat membentuk virus tanpa adanya infeksi dari virus. Dan virus dapat memperbanyak diri tanpa adanya tanaman inang. Lain faktor yang mempengaruhi siklus reproduksi dari virus adalah infeksivitas dari virus ke dalam sel tumbuhan dengan jalan melalui beberapa sel pada permukaan daun. Fraksi yang kecil dari pelaksana tersebut sebenarnya mewakili tempat-tempat yang dapat terinfeksi. Pengaruh penjernihan pernah diamati ternyata bertambah konsentrasi virus belum tentu menghasilkan jumlah becak bertambah, ini menunjukan bahwa sel-sel yang rentan dari daun ya yang dapat diinfeksi oleh virus. Akibat serangan dari virus ini, produksi cabe menjadi menurun total, baik kwalitas maupun kwantitasnya. Sehingga pengendalian terhadap serangan virus ini harus diperhatikan, upaya pengendalian dapat meliputi preventif dan kuratif.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain