Text
PAPER MACAM MEDIA TUMBUH UNTUK BUDIDAYA JAMUR MERANG (Volvariella volvaceae)
Jamur merang dapat tumbuh pada media yang merupakan limbah, terutama limbah pertanian. Dengan demikian limbah tidak terbuang sia-sia, tetapi masih dapat memberi nilai tambah. Bahkan sisa kompos dapat digunakan sebagai penyubur tanah.
Macam media tumbuh jamur merang umumnya tumbuh pada media yang merupakan sumber selulose, misalnya pada tumpukan merang dekat limbah penggilingan padi, limbah kertas, ampas batang aren, limbah kelapa sawit, ampas sagu, jerami, enceng gondok, dan sebagainya. Selain untuk pertumbuhan yang baik dari miselium jamur, syarat lain dari media tumbuh ini, adalah murah, dan mudah didapat serta mudah mudah disiapkan. Umumnya Laboratorium Miselium menggunakan biji bijian serealia seperti sorgum, beras, gandum, sebagai media tumbuh bibit induk jamur, dan lim bah pertanaman sebagai media untuk bibit siap tanam.
Selain pada kompos merang, jamur merangpun dapat tumbuh pada media kompos lain. Hal ini memungkinkan orang membudidayakan jamur merang pada daerah yang sukar didapat jerami, atau bila jerami tidak ada. Selain itu dapat digunakan enceng gondok sebagai media tumbuh jamur merang. Cara membudidayakan jamur merang yang modern membebaskan ketergantungan kita pada jerami.
Enceng gondok yang dikenal dalam pertanian sebagai tanaman pengganggu (Gulma) yang dalam pemberantasannya sering mengalami kesulitan. Selain menimbulkan kesulitan ataupun kerugian, enceng gondok dapat juga dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai macam kebutuhan. Melalui pemanfaatan enceng gondok, merupakan salah satu cara untuk menanggulangi ataupun mengurangi gulma air.
Untuk negara-negara berkembang seperti Indonesia cara pemanfaatan enceng gondok merupakan hal yang perlu dilakukan. Enceng gondok juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan lain seperti media penanaman jamur merang, makanan ternak, penghasil gas bio, dan bahan kerajinan.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain