Text
PAPER SISTEM PERBANYAKAN TANAMAN TEBU (Saccharum officinarum) DENGAN KULTUR JARINGAN
Tanaman tebu merupakan salah satu varietas dari species Saccharum officinarum yang termasuk familia Gramineae dan merupakan species yang banyak diusahakan. Tanaman tebu mengandung banyak sukrosa, kandungan seratnys rendah, berdaun luas dan berbatang besar. Apabila tidak terserang penyakit, mempunyai hasil yang tinggi dan berdaya tunas baik pada keadaan tanah dan iklim yang cocok. Species ini peka terhadap penyakit virus, sereh, blendok, garis kuning, busuk akar dan busuk merah.
Tanaman tebu beradaptasi baik pada daerah tropis, Terutama daerah yang cocok untuk pertumbuhan tanaman tebu mulai dari pantai sampai dataran tinggi yaitu dengan ketinggian 1.400 meter dpl, dengan rata-rata suhu optimalnya antara 24-30 °C, dan jumlah curah hujan tahunannya antara 1.500-3.000 mm serta kecepatan anginnya tidak lebih dari 10 km/jam.
Tanaman tebu dapat tumbuh baik pada berbagai macam tanah, yang terbaik pada tansah clay-loam (geluh lempungan) dengan solum yang dalam, sandy-loam (geluh pasiran) dan silty-loam (geluh debuan). Dapat menjamin ketersediaan air secara optimal dan dengan pH antara 5,7-7.
Selain dapat dikembangkan secara generatif, tanaman tebu juga dapat diperpanyak dengan cara vegetatif. Dan sebagai alternatif lain dari cara vegetatif ini adalah dilakukan perkembang biakan secara invitro, yaitu melalui kultur jaringan.
Pada prinsipnya kultur jaringan merupakan upaya pembiakan dengan jalan menumbuhkan sebagian dari bagian tanaman seperti ujung daun, ujung batang, embrio dan lainnya pada suatu medium sintetik dalam keadaan steril. Dan selanjutnya bagian ini akan berkembang menjadi tanaman normal yang mampu hidup mandiri.
Keberhasilan dari kultur jaringan ditentukan oleh kebersihan dan kesterilan alat-alat, jaringan yang digunakan, medium dan aseptifitas dari tiap-tiap pelaksanaannya. Manfaat dari kultur jaringan ini adalah kita akan mendapatkan tanaman baru dalam jumlah besar dan dalam waktu yang relatif singkat. Tanaman yang dihasilkan mempunyai sifat yang sama dengan induknya serta tahan terhadap penyakit virus.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain