Text
PAPER TUMPANGSARI TANAMAN JAGUNG (Zea mays, L) KACANG TANAH (Arachis hypogeae, L) UBI KAYU (Manihot utillisima, Phoel)
Tanaman tumpang sari (inter croping) merupakan pola penanaman lebih dari satu jenis dalam satu lahan dengan kujuan meningkatkan intensitas pertanaman (IP) pada suatu Jahan, dari IP kurang 200 menjadi lebih 200. Dengan me-ningkatnya intensitas pertanaman akan meningkatkan produksi dan pendapatan petani persatuan luas, persatuan waktu. Pada tanaman pangan sistem tumpangsari dilakukan untuk mengatasi adanya berbagai keterbatasan lahan pertanian (Thahir dan Hadmadi, 1990).
Tanaman Jagung (Zea mays, L.) merupakan salah satu serealia yang tumbuh hampir diseluruh dunia. Jagung digunakan sebagai bahan makanan manusia dan makanan hewan serta bahan industri.
Di Indonesia jagung merupakan bahan makanan pokok kedua setelah padi. Nilai nutrisi jagung hampir seimbang dengan beras dan dapat menggantikan beras sebagai baban makanan pokok. Luas areal pertanaman jagung rata-rata selama lima tahun terakhir (1988 1993) mencapai 3,1 juta hektar dengan produksi rata-rata 6,7 juta ton pipilan kering. Dalam upaya meningkatkan produksi jagung di Indonesia dan kaitannya dengan pencapai swasembada Jagung pada tahun-tahun mendatang, maka diperlukan upaya khusus dan terpadu yang meliputi intensifikasi, extensifikasi dan deversifikasi.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain