Text
PAPER BERBAGAI VIRUS DAN PENGENDALIANNYA PADA TANAMAN KEDELE (Glycine max (L) Merrill)
RINGKASAN
Tanaman kedele yang istilah botaninya disebut Glycine max (L) Merrill mempunyai akar tunggang yang mengandung bintil-bintil akar berupa koloni dari bakteri Rhizobium japonicum. Batangnya berbentuk semak. Sedangkan daunnya merupakan daun majemuk yang warna dan bentuknya tergantung dari varietas masing-masing. Bunga kedele merupakan bunga sempurna, buahnya berbentuk polong.
Kedele yang sebagian besar tumbuh di daerah yang beriklim tropis dan subtropis. Kedele dapat tumbuh baik di tempat yang berhawa panas, terbuka, dan curah hujan 100 - 400 mm per bulan dan dengan ketinggian 400 m di atas permukaan laut. Untuk dapat tumbuh dengan baik, kedele sebaiknya ditanam pada daerah yang subur, gembur, kaya akan humus dan bahan organik dengan pH antara 6,0-6,8.
Faktor-faktor yang menyebabkan rendahnya hasil kedele di Indonesia salah satunya, yaitu serangan hama dan penyakit. Penyakit yang menyerang kedele terdiri dari virus, bakteri, cendawan, dan nematoda. Macam-macam penyakit yang disebabkan oleh virus antara lain mosaik kedele yang disebabkan oleh Soybean mosaic virus, kerdil kedele disebabkan oleh Cucumber mosaic virus strain Y, mosaik kuning kacang disebabkan oleh Bean yellow mosaic virus, katai kedele penyebabnya Soybean dwarf virus, mosaik kuning kedele penyebabnya Soybean yellow mosaic. Penularan virus dilakukan melalui vektor serangga dengan cara persisten maupun nonpersisten, ini tergantung pada macam virusnya. Gejala yang ditimbulkan berbeda-beda antara penyebab virus yang satu dengan yang lainnya. Sedangkan faktor-faktor yang berpengaruh pada penyebaran virus kedele yaitu faktor dalam dan faktor luar. Faktor dalam meliputi keperidian dan jangka waktu perkembangan, sedang faktor luar meliputi faktor iklim, antara lain suhu dan cahaya. Faktor yang lain yaitu faktor makanan, hayati, dan penyakit.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain