Text
SKRIPSI RESEPSI KHALAYAK TERHADAP OBJEKTIFIKASI PEREMPUAN DALAM LIRIK LAGU DANGDUT “KEBELET”
ABSTRAK
Resepsi Khalayak Terhadap Objektifikasi Perempuan Dalam Lirik Lagu Dangdut “Kebelet”
DYAN MAYASARI
Program Studi Ilmu Komunikasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Tidar
Objektifikasi perempuan merupakan fenomena yang sudah lama dikaji dalam kajian gender. Media berkontribusi besar dalam membentuk pandangan masyarakat terhadap perempuan yang seringkali dijadikan objek untuk memenuhi hasrat laki-laki. Musik menjadi salah satu media yang turut menjadikan perempuan sebagai objek, seperti dalam lirik lagu “Kebelet”. Namun, pemaknaan dari khalayak terhadap lirik lagu tersebut tentu berbeda-beda yang disebabkan oleh faktor latar belakang khalayak yang juga beragam. Penelitian ini bertujuan menjabarkan pemaknaan khalayak terhadap objektifikasi perempuan dalam lirik lagu “Kebelet”. Tipe penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode analisis resepsi. Analisis dilakukan dengan metode analisis resepsi Stuart Hall dan semiotika Saussure. Hasil yang ditemukan dalam penelitian ini adalah terdapat tiga makna dominan yaitu perempuan digambarkan sebagai objek seksual, perempuan dituntut tampil sempurna atau pendisiplinan tubuh sesuai dengan standard kecantikan, dan perempuan digambarkan subordinat atau inferior. Posisi resepsi khalayak yang berjumlah 8 informan yaitu 5 informan berada pada posisi negosiasi dan 3 informan berada pada posisi oposisi. Temuan penelitian berdasarkan wawancara yaitu status pernikahan, gender, dan umur tidak mempengaruhi pemaknaan informan karena informan memaknai pesan sesuai dengan pengalaman dan pemahaman masing-masing. Terdapat temuan unik, dimana informan 2 berada di posisi dominan pada preferred reading 1 dan 2 namun pada preferred reading 3 justru oposisi. Hal tersebut disebabkan informan 2 memaknai preferred reading 1 dan 2 melalui cara pandang agama, sedangkan pada preferred reading 3 dimaknai dengan pengalaman dan nilai yang diterapkan dalam keluarganya yaitu lakilaki maupun perempuan harus berpendapat. Laki-laki dan perempuan setara, perempuan tidak wajib tunduk pada laki-laki.
Kata Kunci: Objektifikasi Perempuan, Dangdut Jawa, Semiotika Saussure, Resepsi Khalayak Stuart Hall
Tidak tersedia versi lain